Kesbangpol Teluk Bintuni Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila di Manimeri

Peserta kegiatan meminta aparat penegak hukum agar memberantas miras ilegal, narkoba, hingga penyalahgunaan lem aibon yang dapat merusak generasi bangsa.


Bintuni, suaradamai.comBadan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, memperkuat wawasan kebangsaan dan pemahaman terhadap ideologi pancasila bagi masyarakat di Distrik Manimeri, Jumat (3/10/2025).

Kegiatan berupa sosialisasi dan diskusi yang mengangkat tema “memperkokoh wawasan kebangsaan dan nilai-nilai ideologi pancasila sebagai perekat bangsa menuju Indonesia Raya” ini, melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta. Mereka mengikuti pemaparan dan diskusi bersama narasumber dari Polres Teluk Bintuni dan Kodim 1806/Teluk Bintuni. Kegiatan juga dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kampung Rudi Harjo dan Kepala Kesbangpol Reinhard C. Maniagasi.

Adapun narasumber yaitu Kasat Binmas Iptu Cristian Bolang dan Kanit Binpolmas Aipda Frengky Wabiser dari Polres Teluk Bintuni. Sedangkan dari unsur TNI yaitu Danramil 1806- 01/Teluk Bintuni Kapten Inf, Nurhan.

Bupati Teluk Bintuni dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kampung Rudi Harjo, menekankan bahwa pemahaman nilai-nilai luhur bangsa saat ini semakin krusial di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman.

Bagi Bupati, kegiatan yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Teluk Bintuni ini merupakan ikhtiar bersama untuk mengingatkan dan menguatkan kembali fondasi negara, yaitu Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila.

“Wawasan Kebangsaan adalah kompas moral kita. Ini mengajarkan kita bahwa meskipun kita berbeda suku, agama, dan budaya, kita adalah satu, yaitu Indonesia. Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus kita jaga, menjadikannya energi untuk maju, bukan sumber perpecahan. Kita harus memastikan Pancasila hidup dalam denyut nadi kehidupan kita. Bukan hanya di forum-forum resmi, tapi juga dalam bersosialisasi, bermedia sosial, dan dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, kegiatan ini juga dilakukan untuk menangkal paham negatif, memupuk nasionalisme dan patriotisme, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.

Pantauan suaradamai.com, peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tidak hanya bertanya, mereka juga melaporkan dugaan tindakan-tindakan kriminal yang termasuk di dalamnya melibatkan aparat.

Selain berdiskusi tentang menjaga toleransi antar umat beragama di Tanah Sisar Matiti, para peserta lebih berfokus pada kenakalan remaja. Banyak diantara mereka yang sepakat bahwa masalah minuman keras (miras), penyalahgunaan lem aibon, menjadi masalah utama bagi generasi muda saat ini.

Adapula yang meminta agar pemberantasan narkoba dimulai dari aparat kepolisian dan TNI. Mereka meminta agar kedua institusi ini mengadakan tes urin masal bagi anggota.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...