Ketua PODSI Maluku: Atlit Kami Tidak Persoalkan Menu Makan, Kami Pertanyakan Bonus Prestasi

“Jadi sekali lagi, atlet dayung tidak menolak makan yang disampaikan publik salama ini, kalaupun ada itu mungkin cabang olahraga (cabor) lain, tapi cabang yang saya bina tidak pernah melakukan hal itu, “tegas Yermias.


Ambon, suaradamai.com – Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Maluku, Anos Yermias mengatakan, kalau sejauh ini tidak ada atlet dayung Pekan Olahraga Nasional (PON) yang mempersoalkan menu yang disajikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku, tapi yang dipertanyakan kapan pemerintah menyampaikan besar bonus yang diberikan kepada atlet berprestasi.

“Atlet dayung Maluku, tidak menolak bubur tapi bagi kami apapun yang diberikan oleh Satgas KONI Maluku, kami mengucap syukur dan berterima kasih masih diberi makan. Tujuan kami berlatih untuk mempersiapkan diri dalam rangka meraih juara di PON, karena itu saya baru saja kunjungan atlet saya di kawsan Poka dan atlet saya tidak ada yang mengeluh soal makanan yang penting mereka makan tepat waktu dan apa yang mereka minta dipenuhi. Jujur saya ini tidak membela KONI tapi nyatanya tidak semua atlet yang menolak,”beber Yermias, Senin (21/06/2021).

Bagi Yermias, apapun asupan makan yang diberikan bagian dari makanan tambahan, bukan hanya bubur tapi kalau papeda yang disajikan sudah pasti atlet juga senang sehingga hal ini tidak perlu dibesar-besarkan.

“Jadi sekali lagi, atlet dayung tidak menolak makan yang disampaikan publik salama ini, kalaupun ada itu mungkin cabang olahraga (cabor) lain, tapi cabang yang saya bina tidak pernah melakukan hal itu, “tegas Yermias.

Bubur Manado lanjut Yermias, sebenaranya memiliki asupan kandungan yang lebih bagus yang terdiri dari berbagi jenis sayuran, kacang-kacangan dan lain-lain, sehingga tidak ada masalah kalau atlet juga bisa makan bubur, sehingga tidak perlu dipersoalkan.

Namun yang pasti dan paling ditunggu-tunggu atlet, kapan pemerintah bisa menyampaikan besar bonus yang diterima sesuai dengan jenjang prestasi yang dicapai, karena dengan bonus juga ikut mempengaruhi motivasi atlet untuk berlatih menuju kemangan di PON nanti.

“Harus dikasih bonuslah, masa orang berjuang tidak dikasih bonus, karena target kita di PON empat emas dimasing-masing kelas, tapi target kami ada emas, perak dan perunggu harus ada,”harapnya.

Editor: Petter Letsoin


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU