Selasa, September 29, 2020
Beranda Lingkungan Komunitas Pecinta Alam Adakan Bakti Sosial Bersama Warga Fair

Komunitas Pecinta Alam Adakan Bakti Sosial Bersama Warga Fair

Komunitas Trash Hero dan Dinas Lingkungan Hidup juga memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.


Langgur, suaradamai.com – Komunitas Pecinta Alam (KPA), Kei Pecinta Alam (Keipala), mengadakan kegiatan bakti sosial pembersihan sampah di area Dusun Fair bersama warga setempat, Sabtu (8/8/2020).

Ketua umum sementara, Glen Elwuar menjelaskan, kegiatan ini dilandaskan oleh kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini kami buat karena kami peduli pada alam ini. Cukup menyakitkan bagi kami melihat lingkungan yang ditutupi oleh sampah. Harusnya kita sadar dan menjaga lingkungan ini,” jelas Glen.

Kegiatan tersebut juga diikuti beberapa KPA, Remaja Masjid (Remas) Fair, dan warga lainnya.

Peserta kegiatan berhasil mengumpulkan sampah basah dan kering sebanyak 75 kantong sampah. Berat 1 kantong 15 kilogram.

“Saya ucapkan terima kasih kepada setiap pihak yang telah membantu kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Kepada kaka Ronal Reyaan selaku Ketua Trash Hero dan Ibu Anna Yunus selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Maluku Tenggara yang sudah membantu 1 unit mobil sampah untuk mengangkut sampah hasil clean up,” ujarnya.

Ahmad Taher Matdoan, salah satu pendiri komunitas tersebut, berharap dengan kegiatan ini masyarakat dapat peduli dan menjaga lingkungan. “Sesuai dengan slogan kami yakni lindungilah alam, dan suatu saat alam akan melindingimu. Maka kami harap agar masyarakat dapat menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman untuk ditinggali. Apalagi daerah evav kita yang saat ini lagi trending dengan objek wisata,” jelasnya.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Pengukuhan Rat Merohoinean Berlangsung “Maryadat”

Sebelum prosesi pengukuhan, tetua adat melakukan ritual pembersihan dan penyucian dalam tiga ritual berbeda.

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

Tahun 2021, Warga Ohoi Wermaf Miliki Rumah Layak Huni

Pemerintah Ohoi (Desa) Wermaf tidak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran jumbo untuk rehab rumah warga. Elat,...

KOMENTAR TERBARU

error: Konten dilindungi !!