Menurutnya, rampungnya pembentukan kepengurusan hingga tingkat kabupaten/kota menjadi modal penting dalam memperkuat pembinaan atlet tenis meja secara berjenjang.
Ambon, suaradamai.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku, M.A.S. Latuconsina, ST., MT., mengatakan Persatuan Pingpong Seluruh Indonesia (PPMSI) Provinsi Maluku telah menuntaskan konsolidasi organisasi dengan membentuk kepengurusan di seluruh kabupaten dan kota se-Maluku.
Hal itu disampaikan Latuconsina saat memberikan sambutan pada Musyawarah sekaligus Pelantikan Pengurus PPMSI Provinsi Maluku masa bakti 2026–2030 di Ruang Rapat Lantai 5 Kantor DPRD Provinsi Maluku, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, rampungnya pembentukan kepengurusan hingga tingkat kabupaten/kota menjadi modal penting dalam memperkuat pembinaan atlet tenis meja secara berjenjang.
“Kita saksikan bukti nyata hari ini, PPMSI kini memiliki kepengurusan lengkap di tingkat provinsi serta di seluruh kabupaten dan kota di Maluku. Berdasarkan konfirmasi yang diterima, sebelas pengurus cabang sudah terbentuk sepenuhnya. Ini capaian yang patut diapresiasi karena tidak semua cabang olahraga berhasil menyelesaikan konsolidasi hingga menjangkau seluruh wilayah,” ujar Latuconsina.
Ia menjelaskan, organisasi yang kuat merupakan fondasi utama dalam membangun tata kelola olahraga yang profesional dan berorientasi pada prestasi.
Dengan struktur organisasi yang telah terbentuk secara merata, pembinaan atlet diharapkan dapat dilakukan lebih sistematis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap olahraga tenis meja.
Latuconsina juga menilai tenis meja memiliki potensi besar untuk berkembang di Maluku karena merupakan olahraga yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan dapat dimainkan oleh berbagai kalangan.
“Tenis meja sangat dekat dengan kehidupan kita. Hampir semua orang pernah mengenal bahkan memainkannya sejak kecil. Inilah modal sosial yang luar biasa besar, asalkan dibarengi sistem pembinaan yang terarah dan berkelanjutan,” katanya.
Ia turut memberikan apresiasi kepada pengurus PPMSI periode sebelumnya yang dinilai berhasil membangkitkan minat masyarakat terhadap olahraga tenis meja melalui berbagai kejuaraan yang melibatkan atlet junior maupun senior.
Meski demikian, Latuconsina menegaskan bahwa setelah konsolidasi organisasi selesai, fokus berikutnya adalah meningkatkan kualitas pembinaan untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Konsolidasi organisasi sudah selesai dengan baik. Sekarang saatnya seluruh energi diarahkan pada peningkatan prestasi. PPMSI wajib melahirkan atlet yang tidak hanya jago di daerah, tetapi juga siap bersaing di ajang nasional,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan olahraga ditentukan oleh empat pilar utama, yakni organisasi, atlet, pelatih, dan wasit, yang harus berkembang secara seimbang.
“Organisasi kuat tanpa atlet tidak menghasilkan apa-apa. Atlet hebat butuh pelatih berkompeten. Kompetisi yang baik juga membutuhkan wasit yang profesional. Keempatnya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” ujarnya.
Latuconsina optimistis kepengurusan baru PPMSI Maluku mampu membawa organisasi memasuki era baru pembinaan dan prestasi.
Ia mengajak seluruh pengurus, pelatih, atlet, wasit, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Saya yakin, dengan organisasi yang semakin matang, pembinaan yang konsisten, dan semangat kebersamaan, PPMSI Maluku akan mampu melahirkan atlet yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” pungkasnya.

