Kota Tual Mengukuhkan Partisipasi Publik: Kunci Arah Pembangunan Maritim Berkelanjutan 2026

Keterlibatan masyarakat secara aktif tidak hanya diharapkan, melainkan dianggap esensial dalam menciptakan perencanaan yang berkeadilan dan berkelanjutan.


Tual, suaradamai.com – Kota Tual telah melangkah maju dalam merumuskan rencana pembangunannya untuk tahun 2026, dengan menempatkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai pondasi utamanya. Dalam sebuah pertemuan penting, Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, menekankan bahwa mewujudkan visi Kota Maritim yang Maju, Aman, Religius, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berkelanjutan sangat bergantung pada kontribusi nyata dari setiap elemen warga.

Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Tual pada Sabtu, 17 Mei 2025, di Aula Kantor Wali Kota Tual, menjadi penanda dimulainya proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Forum ini, yang mengusung tema “Penguatan Fondasi Transformasi Sektor Strategis untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan,” digarisbawahi sebagai momen krusial bagi pemerintah dan komunitas untuk bersama-sama menentukan laju pembangunan Kota Tual di masa depan.

Wali Kota Renuat menjelaskan bahwa proses Musrenbang ini dirancang untuk menyatukan gagasan pemerintah dengan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa setiap inisiatif pembangunan benar-benar selaras dengan kebutuhan warga. Prosesnya sendiri telah berjalan secara berjenjang, dimulai dari tingkat desa/kelurahan, berlanjut ke kecamatan, hingga puncaknya di tingkat kota. Rangkaian tahapan ini secara inklusif melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mendorong negosiasi, rekonsiliasi, dan harmonisasi program, dengan tujuan akhir mencapai kesepakatan kolektif mengenai prioritas pembangunan untuk tahun 2026.

Keterlibatan masyarakat secara aktif tidak hanya diharapkan, melainkan dianggap esensial dalam menciptakan perencanaan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Penegasan diberikan pada perlunya menjadikan Musrenbang sebagai instrumen vital dalam merancang kebijakan dan alokasi anggaran yang benar-benar berlandaskan partisipasi publik.

Meski mengakui adanya tantangan dan fluktuasi dalam pencapaian pembangunan di tahun 2024, terutama karena fokus pada penyelenggaraan Pemilihan Umum Presiden, Legislatif, dan Kepala Daerah, Wali Kota Renuat menyatakan rasa syukurnya atas kemajuan yang tetap terlihat di beberapa sektor. Tahun 2025 menandai permulaan periode pemerintahan Renuat–Rumra, di mana visi kepemimpinan ini telah diterjemahkan menjadi lima misi dan sembilan belas program prioritas yang akan menjadi panduan selama lima tahun ke depan.

Lebih lanjut, perencanaan Kota Tual harus senantiasa sejajar dengan pedoman kebijakan nasional dan provinsi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), RPJMD Provinsi Maluku, dan Rancangan Awal RPJMD Kota Tual menjadi acuan utama. Penekanan juga diberikan pada pentingnya pembangunan yang berlandaskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), sebagai respons terhadap isu-isu terkini dan antisipasi terhadap tantangan masa depan, melalui pendekatan yang komprehensif, inovatif, dan terintegrasi.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...