Lima Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Tual, Dimulai dari Ohoi Lebetawi

Pada tahun 2025 ini baru satu KNMP yang dibangun di Lebetawi. Namun, Pemkot Tual juga telah menyiapkan sejumlah lokasi lain


Tual, suaradamai.com — Sebanyak lima Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan dibangun secara bertahap di Kota Tual, Provinsi Maluku. Untuk tahun 2025, pembangunan perdana dipusatkan di Ohoi (Desa) Lebetawi, Kecamatan Dullah Utara.

Diketahui, dari seluruh wilayah Maluku, prioritas pembangunan KNMP tahun 2025 hanya difokuskan di dua daerah, yakni Kabupaten Buru dan Kota Tual. Setiap KNMP akan dibangun di atas lahan seluas satu hektar dengan 19 infrastruktur penunjang, seperti cold storage, dermaga, dan pabrik es.

Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, mewakili Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami menyambut positif perkembangan pembangunan KNMP di Kota Tual, peletakan batu pertama sekira satu pekan lalu, dan hari ini progres pembangunan sudah mencapai 39 persen,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).

Rumra menjelaskan, pada tahun 2025 ini baru satu KNMP yang dibangun di Lebetawi. Namun, Pemkot Tual juga telah menyiapkan sejumlah lokasi lain di Dullah Laut, Tayando Langgiar, dan Yamtel.

“Luar biasa untuk usulan Lebetawi langsung mendapatkan respon positif, karena letaknya juga strategis, mudah-mudahan ini menjadi contoh pertama agar diikuti dengan ohoi lainnya,” kata Rumra.

Ia menambahkan, pembangunan KNMP juga akan diarahkan ke pulau-pulau di wilayah Kota Tual untuk mendorong pemerataan pembangunan dan memperkuat basis ekonomi nelayan di kawasan pesisir.

“Kita juga menyasar pulau-pulau di Kota Tual untuk pembangunan KNMP. Karena kita ingin pemerataan, kebanyakan hasil tangkapan nelayan juga berasal dari pulau-pulau, yang menjadi kendala juga jaringan listrik, untuk itu sudah dikoordinasikan bersama Wali Kota Tual,” jelasnya.

Rumra berharap, program KNMP dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan nelayan.

“Kami berharap pengelolaan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat menikmati,” tutupnya.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kota Tual


Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Mengapa Program 10 Juta Pohon Kelapa Layak Diperhitungkan untuk Masa Depan Aru?

‎Lewat program 10 juta pohon kelapa, Kepulauan Aru sedang...

Perdana, Distrik Merdey Tertibkan Pedagang yang Gunakan Rumah Dinas sebagai Tempat Usaha

Kesepakatan sewa lahan dan bangunan dicapai dalam rapat lintas...

PWI Teluk Bintuni Ikuti Lomba Gaple HUT ke-23, Siapkan Porwanas 2027

Hampir 600 peserta bertanding di Halaman Coffolice, Bupati buka...

25 Suku Meriahkan Parade Budaya HUT ke-23 Teluk Bintuni

Ratusan Peserta Tampilkan Kekayaan Adat di Rute Klasis hingga...