Pertikaian di Dobo Akan Diselesaikan Jalur Adat, Bupati Kaidel: Bijak Sikapi dan Tak Kaitkan ke Isu SARA

‎”Semua harus bersinergi agar konflik tidak berlarut dan tidak ditunggangi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ucap Kaidel.


‎Dobo, suaradamai.com – Meresponi pertikaian yang terjadi di Kota Dobo beberapa waktu ini, Bupati Timotius Kaidel mengingatkan bahwa demikian disikapi sebagai konflik personal bukan antar desa.

‎Sebab konflik tersebut bukan didasarkan pada persoalan antar desa, tapi persoalan yang diakibatkan oleh kenakalan sebagian remaja.

‎Sehingga Bupati Kaidel meminta masyarakat agar bijak menyikapinya dan tidak membawanya ke isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antar golongan). Serta dapat membedakan antara persoalan pribadi dengan konflik kelompok.

‎Untuk masyarakat yang tidak disangkutkan persoalan, ia mengajak agar merespon dengan hal positif dan turut menjaga situasi tetap kondusif.

‎“Ini murni masalah pribadi, jangan dibawa kepada masalah menyangkut rumpun, menyangkut kampung, menyangkut suku,” ucap Kaidel.

‎Selanjutnya, meminta seluruh warga untuk menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin. Serta bijak dalam mencerna informasi di masyarakat hingga media sosial.

‎“Informasi liar di masyarakat justru membuat kedua kubu terus tegang. Kita harus saling menjaga dan bijak dalam menerima serta menyebarkan informasi,” jelas Bupati Kaidel.

‎Pemkab Aru katanya telah berkoordinasi dengan Polres Kepulauan Aru dan TNI yang bertugas di wilayah tersebut untuk mendorong perdamaian kedua bela pihak.

‎“Melalui jalur adat. Prosesnya akan berpusat di Desa Durjela untuk mempertemukan kedua pihak,” jelas Kaidel.

‎Menurutnya, pendekatan adat dipilih karena dinilai efektif meredam ketegangan dan mencari titik temu secara kekeluargaan.

‎Kaidel berharap seluruh masyarakat mendukung upaya bersama ini. Ia menekankan bahwa keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kepulauan Aru adalah tanggung jawab bersama.

‎”Semua harus bersinergi agar konflik tidak berlarut dan tidak ditunggangi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ucap Kaidel.

‎Bupati Kaidel telah memfasilitasi pertemuan penyelesaian persoalan antara masyarakat Desa Salarem dan Kalar-Kalar di kediaman Bupati pada Senin (1/6/2026) malam.

‎Sebagai tindak lanjut,  proses perdamaian direncanakan berlangsung Rabu di rumah Adat Desa Durjela.


Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Pertikaian-Pencurian Marak Terjadi, Lurah Siwalima Ajak Warga Kedepankan Hidup Orang Sudara

‎‎Ia mengimbau warga kelurahan juga untuk tidak menyetel keras...

Politeknik Perikanan Negeri Tual Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila

Langgur, suaradamamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) melaksanakan...

SIWO PWI Teluk Bintuni Tampil dalam Laga Ekshibisi Billiard Dandim Cup I

Di meja 4, Plt. Sekda dan Sekretaris Kesbangpol menangkan...

Moskona Barat dan SMA Negeri 1 Bintuni Dominasi Lomba Panahan Teluk Bintuni

Tujuh kategori dipertandingkan, Distrik Moskona Barat dan SMA Negeri...