Melawan Kemiskinan dengan Berinfaq, Berzakat, dan Bersedekah

“Ketika dikelola secara produktif, diprediksi sebelum berakhir pemerintahan Baznas Kota Tual akan take off sembari mengucapkan good bye (selamat tinggal) kemiskinan, good bye penerima zakat,” kata Wali Kota Tual Adam Rahayaan.

Jumlah penduduk Kota Tual menurut data Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku tahun 2017 adalah sebanyak 97.722 jiwa. Mayoritas adalah penduduk Muslim sekitar 77,33% atau 75.572 jiwa. Sisanya berturut-turut, Protestan, Katolik, dan Hindu.

Data Badan Pusat Statistik tentang garis kemiskinan dan penduduk miskin di Kota Tual tahun 2018, menunjukkan bahwa ada sekitar 17.130 jiwa termasuk penduduk miskin.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan dalam sambutannya saat sosialisasi dan penyerahan bantuan zakat, infaq, dan shadaqah di Aula Pendopo Kota Tual, Rabu (31/7/19) lalu, menjelaskan bahwa zakat mampu mengurangi angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi. Apalagi Kota Tual punya potensi pemberi zakat yang cukup besar karena mayoritas adalah Muslim.

“Selama ini potensi zakat dimaknai untuk kebutuhan hidup jangka pendek, dan bersifat konsumtif. Padahal sesungguhnya zakat dalam Islam juga mengandung manfaat strategis,” kata Wali Kota saat itu.

“Pengelolaan zakat yang strategis dengan pemberdayaan ekonomi terhadap mustahiq (penerima zakat) dengan pengembangan usaha,” tambahnya.

Penyerahan bantuan zakat, infaq, dan sedekah ini diatur dua kali dalam setahun, tiap 6 bulan dengan total anggaran Rp200 sampai Rp300 juta per tahun.

Pada penyerahan pertama tahun 2019 –  31 Juli 2019 – Pemerintah Kota Tual bekerjasama dengan Badan Amil Zakat dan Kantor Kemenag Tual menyerahkan bantuan kepada 332 Mustahiq. Total bantuan Rp282.185.722.

Zakat serta Infaq tersebut dibagikan kepada fakir miskin sebesar Rp250.000 per orang untuk 100 penerima, siswa-siswi tidak mampu sebesar Rp300.000 per orang untuk 160 penerima, penjual makanan tradisional di pasar malam masing-masing mendapat Rp1.000.000 untuk 52 penerima, dan dana bergulir tanpa bunga bagi pengusaha kios sebesar Rp5.000.000 per orang untuk 20 penerima.

Penyerahan kedua untuk tahun 2019 – diserahkan pada 23 Januari 2020 – kepada 400 kaum dhuafa sebesar Rp100.000.000. Penyerahan dilaksanakan di gedung Balai PKK Desa Ngadi, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual.

Bantuan infaq tersebut diberikan kepada 400 orang, dengan rincian 200 dari desa/kelurahan (6 Desa dan 2 kelurahan, masing-masing 25 orang) dan 200 siswa-siswi SD/Mi, SMP/Mts Tsanawiyah se-Kecamatan Dullah Utara.

6 desa dan 2 kelurahan tersebut yaitu Desa Ngadi, Dullah, Tamedan, Fiditan, Ohoitel, Watran, Ohoitahit, Kelurahan Lodar El dan Masrum.

Wali Kota menambahkan pada tahun 2020 belum disalurkan bantuan, nantinya akan digulirkan lagi ke pulau-pulau. Sementara untuk daratan Kota Tual sendiri sudah tersalurkan.

“Ketika dikelola secara produktif, diprediksi sebelum berakhir pemerintahan Baznas Kota Tual akan take off sembari mengucapkan good bye (selamat tinggal) kemiskinan, good bye penerima zakat,” kata Wali Kota (31/7/19) lalu.

Sebagai informasi, Maluku Tenggara juga sudah memiliki Baznas yang dilantik oleh Bupati Malra M. Thaher Hanubun pada Senin (3/12/18) di Aula Kantor Bupati.

Usai pelantikan dan pengukuhan, Kepala Kantor Kementerian Agama memberikan dana sebesar Rp10.000.000 kepada Ketua Pengurus Baznas Kabupaten Malra, Ahmad Difinubun.

Bupati Hanubun pada kesempatan itu menegaskan bahwa “Zakat yang dikumpulkan oleh Baznas tidak hanya diberikan kepada umat Muslim yang berhak menerima, seperti fakir miskin, yatim piatu dan janda. Zakat ini pemerintah daerah juga akan diberikan kepada basudara kita umat kristiani yang tergolong tidak mampu di Kabupaten Maluku Tenggara”. (timred)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU