Memanfaatkan Hibah BRIN, Polikant Bantu Penguatan UMKM Pengolah Ikan Asar di Tual

Cara pengolahan ikan asar oleh masyarakat umumnya dilakukan secara tradisional. Is menilai, cara ini mempunyai banyak kekurangan. Sebab itu, Polikant bantu melakukan penguatan dengan dana hibah BRIN.


Langgur, suaradamai.com – Memanfaatkan hibah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) skema  Produk Teknologi yang Didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM) Tahun 2021, Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) membantu UMKM pengolah ikan asar di Kota Tual, Provinsi Maluku.

Tim dosen dan mahasiswa kampus biru yang diketuai Ismael Marasabessy itu membantu kelompok mitra usaha pengolah dan pemasar ikan asar. Dosen dan mahasiswa yang terlibat berasal dari dua program studi, yakni program studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) dan Agribisnis Perikanan (AGP).

“Ada dua kelompok mitra yang kami bantu, dan keduanya bergerak dalam usaha yang sama yaitu pengolah ikan asar,” sebut Ismael Marasabessy dalam rilis yang diterima Suara Damai, Selasa (26/10/2021).

Menurut Is, sapaan akrab Ismael, usaha pengolahan dan pemasaran ikan asar (ikan asap) di Maluku bukan merupakan usaha baru. Ikan asar termasuk salah satu produk perikanan yang memberikan pendapatan harian bagi masyarakat pengolah ikan asar.

Ikan yang diolah menjadi ikan asar umumnya dari jenis-jenis ikan pelagis seperti tongkol (Euthynnus sp.), cakalang (Catsuwonus pelamis), dan momar (Decapterus sp.).

Namun, menurut Is, cara pengolahan ikan asar oleh masyarakat umumnya dilakukan secara tradisional. Is menilai, cara ini mempunyai banyak kekurangan, seperti kurangnya sanitasi dan higienis baik orang yang mengolah maupun alat yang digunakan, bahan-bahan yang digunakan untuk mengasar ikan terbuat dari besi yang mudah berkarat sehingga sangat rentan terjadi kontaminasi silang ke ikan, kemasan yang seadanya menggunakan kertas koran atau plastik.

Sebab itu, memanfaatkan dana hibah BRIN, Is dan kawan-kawan bantu menguatkan para pengolah ikan asar tersebut, dengan bantuan teknologi yang disesuikan dengan permasalahan yang ada di mitra, mulai dari hulu sampai hilir.

Bantuan dimaksud meliputi penanganan bahan baku ikan segar, cara pengasapan ikan yang baik, cara penggunaan kemasan yang memenuhi syarat, pembuatan buku kas keuangan dan cara pemasaran online.

“Pada minggu kedua bulan Oktober lalu kami telah melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan kepada kedua mitra tersebut berlokasi di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kota Tual,” kata Is menjelaskan bahwa program tersebut sudah dimulai.

Di tempat terpisah, Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual Jusron A. Rahajaan berharap, dengan hibah BRIN ini Polikant bisa bersinergi dengan stakeholder setempat untuk memberi penguatan kepada UMKM usaha mikro sehingga mereka bisa lebih berdaya.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU