Menilai Tim GTPP Covid-19 Tual dan Malra Lamban, Cipayung Plus Nyatakan Sikap

“Pada dasarnya kami melakukan ini dalam rangka kemanusiaan … ini mengenai hajat hidup bersama, yang perlu ada jaminan dan kejelasannya,” tandas Ketua HMI Cabang Tual Abdulrahman Aziz.


Tual, suaradamai.com – Cipayung Plus yang terdiri dari HMI Cabang Tual, HMI MPO Cabang Tual – Malra, IMM Cabang Tual – Malra, PMRI Cabang Tual, PMKRI Cabang Langgur, menilai Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tual dan Malra lamban mengambil langkah pencegahan dan penanganan virus corona.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kediaman Ketua IMM Cabang Tual – Malra Bahar Ali Kubangun, Jumat (26/6/2020).

Ketua HMI Cabang Tual Abdulrahman Aziz menjelaskan, salah satu kelambananan GTPP kedua daerah adalah tidak bergerak cepat melakukan penyemprotan disiinfektan di kediaman atau termpat persinggahan akhir pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, permasalahan ketersediaan sumber daya kesehatan seperti alat kesehatan, obat-obatan, APD, dan tenaga kesehatan juga disoroti. OKP Cipayung Plus menilai ketidaktersedianya sumber daya kesehatan ini bisa menimbulkan kepanikan publik.

Untuk itu, Cipayung Plus menyampaikan tujuh tuntutan dalam pernyataan sikap yang disampaikan Ketua HMI MPO Cabang Tual – Malra Fitri Achmad Badmas sebagai berikut:

  1. Mendesak Tim GTPP Covid-19 Tual dan Malra melakukan kerjasama dalam penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Nuhu Evav dengan mengedepankan kerja cepat, cerdas, dan tepat.
  2. Mendesak Pemerintah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara segera melakukan rapid test masal di wilayah interaksi pasien positif Covid-19.
  3. Mendesak Pemerintah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara segera menetapkan rumah sakit rujukan penanganan pasien positif Covid-19 sesuai standar nasional.
  4. Pemerintah dan Tim GTPP Covid-19 agar dalam menyampaikan atau mempublikasi informasi tidak menimbulkan keresahan dan kepanikan masyarakat.
  5. Mendesak Pemerintah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara tetap menjaga stabilitas harga sembako.
  6. Mempertegas penerapan protokoler kesehatan pada fasilitas-fasilitas umum (pasar, terminal, toko, pintu masuk keluar kota dan desa, dan lainnya).
  7. Mendesak pemerintah menyediakan fasilitas dan sarana protokoler kesehatan dalam penanggulangan Covid-19.

Ketua HMI Cabang Tual Abdulrahman Aziz menegaskan, apabila pernyataan ini tidak direspon baik, maka langkah terakhir yang diambil adalah turun ke jalan untuk menyuarakan masalah tersebut.

“Pada dasarnya kami melakukan ini dalam rangka kemanusiaan … ini mengenai hajat hidup bersama, yang perlu ada jaminan dan kejelasannya,” pungkasnya.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU