“Sudah ada korban. Ini bukan hal sepele. Masyarakat harus sadar bahwa bahan-bahan kimia ini membunuh secara perlahan,”
Namlea, suaradamai.com – Kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, ke Namlea, Kabupaten Buru, pada Kamis, 17 Juli 2025, menjadi sorotan ganda. Didampingi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Menkes datang untuk groundbreaking pembangunan Rumah Sakit Strategis RSUD Namlea. Namun, kunjungan ini juga mengungkap sisi gelap dengan ditemukannya pasien yang keracunan akibat aktivitas tambang ilegal Gunung Botak.
Realita Korban Tambang Ilegal: Peringatan Keras Gubernur
Saat inspeksi di RSUD Namlea, Gubernur Lewerissa dan Menkes Sadikin, didampingi Bupati Buru, Ikram Umasugi, berhadapan langsung dengan kenyataan pahit: seorang pasien dirawat karena paparan sianida dan merkuri. Bahan kimia berbahaya ini diduga kuat berasal dari operasi penambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak.
“Ini nyata. Bukan lagi laporan di atas kertas, tapi fakta yang kami saksikan langsung di rumah sakit,” tegas Gubernur Hendrik Lewerissa, menyoroti dampak nyata dan destruktif dari penambangan ilegal tersebut.
Melihat kondisi ini, Lewerissa dengan tegas mengimbau masyarakat yang berada di area terkontaminasi untuk menyadari bahaya yang mengintai. Ia mendesak penghentian segera aktivitas tambang ilegal yang menggunakan bahan kimia berbahaya tersebut, mengingat sudah ada korban yang jatuh. “Sudah ada korban. Ini bukan hal sepele. Masyarakat harus sadar bahwa bahan-bahan kimia ini membunuh secara perlahan,” ujar Gubernur, menyerukan kewaspadaan.
RSUD Namlea: Wujud Komitmen Nasional untuk Akses Kesehatan
Di tengah keprihatinan tersebut, kunjungan Menkes ke Namlea juga membawa harapan besar bagi peningkatan layanan kesehatan di Maluku. Acara groundbreaking pembangunan RSUD Berkualitas Namlea menandai dimulainya salah satu proyek prioritas nasional. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mempercepat dan pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan.
RSUD Namlea menjadi salah satu dari lima rumah sakit baru yang pembangunan didorong kuat oleh Gubernur Hendrik Lewerissa, demi memastikan Maluku tidak lagi tertinggal dalam hal fasilitas kesehatan. Proyek di Namlea ini menjadi yang pertama dimulai tahun ini, dengan empat lokasi lain yang direncanakan pada tahun 2026, yaitu di Kabupaten Kepulauan Aru, Buru Selatan, Maluku Tenggara, dan Maluku Barat Daya (MBD). Pembangunan ini merupakan bukti konkret komitmen Pemerintah Pusat dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata di seluruh Maluku.
Setelah agenda di Namlea, Menteri Kesehatan dijadwalkan kembali ke Ambon. Ia akan melanjutkan peninjauan ke RSUP Dr. J. Leimena bersama Gubernur Maluku, sebelum bertolak ke Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia GA-647 pada sore hari. Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin telah menempuh perjalanan dari Sanana menuju Namlea menggunakan pesawat TNI AU Cassa 212 A-9144, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan intensif ke wilayah-wilayah kepulauan di Indonesia Timur.





