Ohoiulun Minta Dinsos Malra Bentuk UPT PKH di Setiap Kecamatan

PKH diarahkan untuk menjadi episentrum dan center of excellence penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.


Langgur, suaradamai.com – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Ali Arsyad Ohoiulun minta Dinas Sosial membentuk Unit Pelaksana Teknis Program Keluarga Harapan (UPT PKH) di 11 Kecamatan di Malra.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Dinas Sosial, Disdukcapil, Bank Mandiri, PT. Pos Cabang Tual, pendamping PKH dan fasilitator BPNT/Sembako di ruang rapat Komisi II, Rabu (5/8/2020).

Untuk diketahui, PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka. Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI.

Melalui PKH, keluarga miskin didorong untuk memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan, dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan. PKH diarahkan untuk menjadi episentrum dan center of excellence penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.

Menurut Ali, yang juga pernah menjadi pendamping PKH, program PKH di Malra tidak berjalan dengan baik karena kurangnya koordinasi. Sehingga pembentukan UPT PKH di setiap kecamatan mutlak dilakukan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tenggara Hendrikus Watratan mengatakan akan menindaklanjuti rekomendasi dari tersebut kepada Bupati Maluku Tenggara.

“Saya musti konsultasi lanjut ke pimpinan, Bupati melalui Pak Sekda, terkait dengan rekomendasi yang disampaikan Komisi II. Pada prinsipinya katong (kita) tetap menindaklanjuti apa yang menjadi rekomendasi komisi II,” jelas Hendrikus.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU