“Ini maksudnya ditujukan kepada masyarakat kurang mampu atau pegawai negeri? Kami minta agar Pemkot Tual lebih ketat dan memprioritaskan masyarakat biasa terlebih dahulu,” protes Caw, salah satu warga yang tak kebagian karcis.
Tual, suaradamai.com – Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pelataran Lapangan Gotong Royong, Tual, Maluku, Rabu (3/12/2025).
Gerakan Pangan Murah tersebut digelar secara berkala hingga akhir bulan ini, guna menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan angka inflasi.
Pantauan suaradamai.com, pukul 10.12 WIT, ternyata di loket pengambilan karcis gerakan pangan murah, didominasi pakaian putih hitam khas apatur sipil negara (ASN).
Ironisnya, mereka mengantri justru di jam kerja kantor.
Mereka bahkan membawa mobil dinas berpelat merah untuk berbelanja. Sembako yang dibeli pun dimasukkan ke dalam kendaraan dinas tersebut.
Mereka nampak bergerombol lebih, berjumlah tiga hingga lima orang, menghampiri lapak-lapak yang berada di pelataran lapangan gotong royong.
Seakan tak mau kalah dengan masyarakat biasa, ASN malah terlihat lebih banyak memborong komoditas sembako yang dijual dengan harga murah tersebut.
Hal ini diprotes masyarakat yang merasa lebih membutuhkan ketimbang ASN yang aktivitasnya difasilitasi negara.
“Gerakan pangan murah ini bukan diprioritaskan ke masyarakat biasa. Kebanyakan yang beli justru pegawai negeri sipil,” protes Caw, salah satu warga yang tak kebagian karcis.
Caw yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut, hendak membeli beras dan kebutuhan lainnya yang mungkin saja dapat dijamah lewat rupiah yang dikumpulkan dari hasil narik.
“Ini kan harganya terjangkau atau lebih murah lah dari harga pasar. Kami berharap mungkin bisa mendapatkan setidaknya beras atau telur dan gula. Namun sayangnya ternyata karcisnya sudah lebih dahulu habis,” kesalnya.
Ia pun mempertanyakan tujuan dari gerakan pangan murah tersebut.
“Ini maksudnya ditujukan kepada masyarakat kurang mampu atau pegawai negeri? Kami minta agar Pemkot Tual lebih ketat dan memprioritaskan masyarakat biasa terlebih dahulu,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual Darnawati Amir mengatakan, memang ada ASN namun belanjanya dibatasi.
“Kami membatasi pembelian dari ASN dan mengutamakan masyarakat. Gerakan pangan murah bukan hanya ada di hari ini saja, namun akan digelar masif dan berkelanjutan,” katanya.
Editor: Labes Remetwa





