Pantai Ngiar Varat Jadi Objek Wisata Baru Dalam Festival Pesona Meti Kei

Pantai Ngiarvarat yang baru dibuka oleh Pemda ini memiliki luas 8 hektar.


Langgur, Suaradamai.com – Pantai Ngiar Varat  Ohoiderwatun menjadi objek wisata baru Kabupaten  Maluku Tenggara dalam Festival Pesona Meti Kei 2022.

Pantai Ngiar Varat yang baru dibuka oleh Pemda ini memiliki luas 8 hektar.

“Pesona Meti Kei sengaja dipindahkan dari tempat yang satu ke yang lain,karena banyak sekali tempat destinasi wisata di Kei,” Demikian disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun.

Menurut Mantan Guru SMA 3 Teladan Jakarta ini kalau hanya fokus pada tempat -tempat tertentu maka orang lain tidak banyak mengetahui.

“Seperti saat ini di pantai Ngiar Varat banyak yang belum tahu dan saya mencoba untuk memperkenalkan namun belum maksimal, paling tidak masyarakat sudah datang untuk melihat sesuatu selain di pasir ngurbloat  “Pantai Pasir Panjang,”ungkap Thaher.

Terdapat destinasi wisata di Desa Ngiar Varat yang diberi nama  Pantai Famur Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Nama destinasi wisata Famur merupakan singkatan dari Fadjar dari Timur.

Selain itu Kata Thaher dalam mendukung Pesona Meti Kei Tahun 2022, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga menghadirkan berbagai lomba hingga kegiatan literasi digital termasuk didalamnya Ekonomi Kreatif (Ekpraf).

“Terdapat pameran ekonomi kreatif (Ekraf) yang menampilkan produk-produk UMKM dari Dekranasda dan TP-PKK Malra, berupa sajian kuliner makanan, dan minuman dari bahan lokal, serta hasil tenun maupun anyaman tembikar,”sebut Thaher.

Tak hanya itu akan disungguhkan pula konser musik (pesta rakyat) selama pelaksanaan FPMK 2022,”pungkasnya

Di tempat yang sama Ketua Panitia FPMK, Budi Toffi mengatakan pameran ekonomi kreatif khusus pelaku pengelola destinasi wisata kali ini mampu meningkatkan ekonomi kreatifnya.

“Kalau kita lihat beberapa waktu terakhir dalam FPMK sudah berdampak kepada masyarakat seperti jualan -jualan yang disediakan saat ini,” ungkap Budi.

Selanjutnya kata Budi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD ), semakin banyak tingkat hunian hotel sangat tinggi bisa didapatkan dari pajak sendangkan kalau untuk di restoran dapat dari pajak hotel dan restoran..

Dirinya berharap semoga dengan event -event yang digelar di Maluku Tenggara termasuk Meti Kei dapat diangkat kegiatan-kegiatan dari ekonomi kreatif.

“Kita berharap semua pihak dapat mendukung kegiatan  ini,semoga melalui event ini mari kita wujudkan Maluku Tenggara sebagai destinasi wisata yang dapat dikenal semua orang, tutup Budi


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU