PDIP Masih Jadi Partai Favorit dengan Elektabilitas Tinggi, Disusul Gerindra

“PDIP tetap menjadi partai dengan daya tarik terkuat, berkat ideologi yang dekat dengan rakyat dan kinerja tokoh-tokohnya,” ujar Direktur Eksekutif IndexPolitica, Denny Charter, dalam keterangan resminya.


Jakarta, suaradamai.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menunjukkan dominasinya sebagai partai favorit di hati masyarakat Indonesia.

Berdasarkan survei terbaru dari IndexPolitica yang dirilis pada akhir Oktober 2025, PDIP berhasil mencatat elektabilitas tertinggi sebesar 19,78 persen, unggul tipis dari Partai Gerindra yang berada di posisi kedua dengan 18,50 persen.

Survei nasional ini, yang dilakukan pada 1-10 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.610 responden melalui metode multi-stage random sampling, mengukur preferensi pemilih jika pemilu legislatif digelar hari ini.

Hasilnya menegaskan bahwa PDIP masih menjadi pilihan utama, didukung oleh basis massa yang solid di berbagai daerah, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“PDIP tetap menjadi partai dengan daya tarik terkuat, berkat ideologi yang dekat dengan rakyat dan kinerja tokoh-tokohnya,” ujar Direktur Eksekutif IndexPolitica, Denny Charter, dalam keterangan resminya.

Meski begitu, Gerindra menunjukkan tren positif yang mengkhawatirkan bagi kubu PDIP.

Elektabilitas partai berlambang kepala banteng itu naik secara bertahap, didorong oleh program-program populis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan ketahanan pangan.

Denny Charter menilai, strategi Gerindra yang meniru model Orde Baru ala Golkar di masa Soeharto membuatnya pelan tapi pasti mengejar PDIP.

“Bukan tidak mungkin dalam waktu dekat Gerindra bisa menyalip posisi PDIP sebagai partai terpopuler,” tambahnya.

Peringkat ketiga ditempati Partai Golkar dengan 13,68 persen, diikuti PAN (6,58 persen), NasDem (5,50 persen), PKS (4,75 persen), PPP (4,12 persen), PSI (3,01 persen), dan Perindo (2,25 persen). Survei ini juga mencatat margin of error sekitar 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, menjadikannya acuan kredibel untuk memetakan dinamika politik menjelang Pemilu 2029.

Analis politik menilai, keunggulan PDIP tak lepas dari warisan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri dan konsistensi partai dalam memperjuangkan isu-isu rakyat kecil.

Sementara itu, Gerindra diuntungkan oleh posisi strategis Prabowo sebagai presiden, yang membuat citra partai semakin kuat di mata pemilih urban dan pemuda.

 “Elektabilitas ini mencerminkan polarisasi politik yang masih kuat antara dua kubu besar: PDIP sebagai oposisi potensial dan Gerindra sebagai penopang pemerintah,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Andi Achdian.

Dengan hasil survei ini, PDIP diprediksi akan semakin gencar mengonsolidasikan basisnya melalui kegiatan kaderisasi dan isu-isu lingkungan hidup serta kesejahteraan buruh.

Di sisi lain, Gerindra berpotensi memperluas jaringan melalui program-program sosial yang inklusif. Transisi elektabilitas ini menjadi pengingat bahwa politik Indonesia terus dinamis, di mana dukungan rakyat bisa berubah seiring kinerja pemerintahan dan isu aktual.

Survei IndexPolitica ini menjadi sinyal positif bagi PDIP untuk mempertahankan posisinya sebagai partai favorit, sementara Gerindra harus bekerja lebih keras untuk merebut mahkota tersebut di masa depan.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...