Sabtu, November 28, 2020

Pecandu Narkotika Capai di Maluku Capai 60 Persen

PNS yang positif pecandu narkotika, mengaku bersedia dan siap menjadi tumbal demi membongkar oknum PNS yang juga terlibat dengan barang haram tersebut.


Tual, suaradamai.com – Menindaklanjuti pernyataan Wakil Wali Kota Tual, Usman Tamnge, beberapa waktu lalu soal kebenaran 60 persen pecandu narkotika merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota Tual, mendapatkan klarifikasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tual.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tual Adnan Tamher, menegaskan bahwa pernyataan Wakil Wali Kota, benar adanya dan terbukti berdasarkan data hasil survei BNN.

“Perlu saya sampaikan bahwa pernyataan Pak Wakil Wali Kota Tual itu ada benarnya. Pertama terkait dengan pernyataan  bahwa 60 persen penyalahgunaan narkotika itu benar,” tandas Tamher saat dikonfirmasi, Rabu, (19/2/20) di Aula Kantor Wali Kota Tual.

Menurut Tamher, sesuai rapat bersama pemerintah Kota Tual, BNN dan para pecandu beberapa waktu lalu. PNS yang positif pecandu narkotika, mengaku bersedia dan siap menjadi tumbal demi membongkar oknum PNS yang juga terlibat dengan barang haram tersebut.

“Ketika kita rapat Wali Kota, Wakil Wali Kota, BNN dan rekan-rekan PNS pecandu narkotika yang siap melaksanakan rehabilitasi itu mereka ngomong  sama pak  Wali (Wali Kota) dan dan Pak Wakil (Wakil Wali Kota) bahwa kalau kita ini mau jadi tumbal katong (kita) akan bongkar yang ada di dalam Kantor Wali Kota ini banyak yang menggunakan narkoba,” bebernya.

Atas dasar inisiatif para PNS, yang positif pecandu narkotika yang ingin membongkar pecandu lainnya, membuat Wakil Wali Kota Tual mengungkapkan hal itu.

“Atas dasar itulah Wakil Wali Kota Tual, itu penjelasan dari teman-teman yang siap melaksanakan rehabilitasi sehingga itu menjadi dasar pak Wakil  Wali Kota ngomong bahwa ada 60 persen, ASN di Kota Tual menyalahgunakan narkotika,” timpalnya.

Mengapa dikatakan 60 persen, Tamher mengaku, angka tersebut bukan direkayasa, karena itu jumlah keseluruhan pecandu di Maluku.

“Jadi yang dimaksudkan adalah jumlah keseluruhan pecandu yang tersebar di seluruh Provinsi Maluku. Tapi yang pasti bahwa 60 persen itu sesuai data yang dimiliki BNN Kota Tual itu 60 persen untuk Provinsi Maluku bukan PNS di Pemerintah Kota Tual,” tepisnya.

Sebagai upaya meluruskan pernyataan Wakil Wali Kota Tual, pihaknya sudah bertemu dengan berbagai pihak dan menyampaikan data riil seperti yang disebutkan. Bahkan telah meluruskan informasi tersebut melalui dialog di RRI Tual.

Tamher berharap bagi generasi muda untuk menghindari diri dari pergaulan bebas dan menggunakan barang haram tersebut.

“Teman-teman generasi muda masa kerja masih lama hidup, masih lama hindarilah narkotika,” imbaunya.  (danielmituduan/tarsissarkol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

KOMENTAR TERBARU