Strategi prioritas belanja daerah pada APBD Perubahan 2025, kata Bupati Manibuy, didorong untuk menciptakan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur.
Bintuni, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni dan DPRK setempat mulai membahas APBD Perubahan 2025. Kegiatan diawali dengan penyampaian pengantar laporan nota keuangan oleh Bupati kepada wakil rakyat.
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang sidang utama DPRK Teluk Bintuni pada Selasa (30/9/2025) itu, dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II Yasman Yasir. Turut mendampingi Ketua DPRK Romilus Tatuta, Wakil Ketua I Sugandi, dan Wakil Ketua III Budi Iriyanto Nawarisa.
Hadir pula 15 anggota DPRK, Plt. Sekretaris Daerah Frans N. Awak dan jajaran pimpinan OPD, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Dalam pidatonya, Bupati memaparkan nota keuangan yang terdiri atas pendapatan, belanja, pembiayaan, strategi, dan prioritas pembangunan, pelayanan publik, dan pelaksanaan urusan pemerintahan.
Bupati Manibuy menyebut tiga sumber pendapatan daerah yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp109,53 miliar; pendapatan transfer mengalami perubahan dari Rp2,93 triliun menjadi Rp2,91 triliun atau turun sebesar Rp15,53 miliar; dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah.
“Pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah, baik yang bersumber dari dana transfer maupun Pendapatan Asli Daerah,” ujar Bupati Manibuy.
Selanjutnya, Bupati menyebut belanja daerah diroyeksikan mengalami kenaikan dari Rp3,03 triliun menjadi Rp3,16 triliun atau defisit anggaran menurun menjadi Rp140,81 miliar.
“Dengan formulasi kebijakan pendapatan dan kebijakan belanja tersebut, maka rencana Pendapatan dan Belanja Daerah pada APBD-P 2025 diformulasikan mengalami penurunan defisit,” kata Bupati.
Kendati demikian, kondisi tersebut dapat diatasi dengan anggaran pembiayaan APBD Perubahan 2025 yakni melalui Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp147,81 miliar; Penerimaan SILPA 2024 sebesar Rp122,81 miliar; dan Penerimaan Pinjaman sebesar Rp25 miliar; penyertaan modal investasi Rp7 miliar; dan pembiayaan netto Rp7 miliar.
Upaya peningkatan pendapatan daerah
Bupati Manibuy mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan pendapatan daerah melalui tiga cara yaitu:
- Mengintesifkan penerimaan-penerimaan PAD dari sumber potensial yang strategis.
- Menggali potensi-potensi penerimaan yang memungkinkan untuk dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah.
- Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan daerah, melalui penerimaan transfer yang bersumber dari DBH Migas Reguler.
Prioritas belanja daerah
Bupati Manibuy mengatakan, pihaknya mendorong penyerapan anggaran yang optimalppada APBD Perubahan 2025 ini. Upaya tersebut meliputi penanganan dampak ekonomi dan penyiapan jaring pengaman sosial. Dengan begitu diharapkan akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Penyerapan anggaran yang besar dipastikan akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan layanan publik,” kata Bupati Manibuy.
Strategi prioritas belanja, lanjut Manibuy, didorong untuk menciptakan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur.
Editor: Labes Remetwa





