Pemkab Malra – IAIN Ambon Launching Kuliah Perdana bagi 57 Guru 2023-2024

Kuliah ini merupakan kerja sama Pemkab Malra – IAIN Ambon. Pemkab Malra membiayai secara penuh pendidikan ini melalui APBD.


Langgur, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon meluncurkan kuliah perdana Program Penyetaraan Sarjana (S1) Kependidikan bagi 57 mahasiswa baru yang adalah guru di Maluku Tenggara.

Kuliah perdana tersebut ditandai dengan kuliah umum tentang “science dan Islam dalam pengembangan sumber daya manusia di Maluku”, secara daring, Senin (2/10/2023.

Bupati Malra M. Thaher Hanubun dalam sambutannya pada acara peluncuran itu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindaklanjut penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu di Ambon.

Adapun kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kualifikasi akademik tenaga guru, berdasarkan pertimbangan obyektif dimana masih banyak guru di Malra yang belum D4/S1. Padahal berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mewajibkan guru harus berpendidikan minimal D4/S1.

“Inilah yang mendorong pemerintah daerah bergerak lebih cepat sehingga hal-hal yang bersifat administratif dan persyaratan kompetensi dapat diatasi lebih awal,” jelas Bupati.

Selain itu, kerja sama ini juga untuk menjawab visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara periode 2018-2023, yang juga menekankan pada aspek pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.

“Kami berharap, IAIN Ambon dapat membantu kami, bukan hanya pendidikan guru semata, namun pendidikan bidang strategis lainnya yang sangat kami perlukan. Saya yakin dan percaya, kapasitas dan kompetensi SDM pengajar yang dimiliki IAIN Ambon dapat mengantarkan ASN Malra menjadi selangkah lebih maju,” pungkas Bupati.

Pemkab Malra membiayai secara penuh pendidikan ini melalui APBD. Adapun jumlah mahasiswa kelas kerja sama tahun akademik 2023-2024 ini berjumlah 57 orang, terdiri atas mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) 41 orang dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 16 orang.

Selain itu, pada Agustus 2023, Pemkab Malra juga membiayai penuh pendidikan 84 bidan pada Poltekes Kemenkes Makassar dan 209 tenaga guru di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Jaringan internet

Bupati menjelaskan, dari aspek akses dan daya jangkau, Malra adalah wilayah kepulauan dan masuk dalam wilayah terdepan dan terluar, menyebabkan sebagian besar tenaga guru mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikan.

Dukungan konektivitas berupa Jaringan 4G yang sudah menjangkau 86 persen wilayah Malra, bisa mendukung kelancaran proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi, sehingga pada saatnya nanti, peserta pendidikan dapat mengikuti perkuliahan tanpa harus meninggalkan tugas.

Dalam kaitan dengan aspek rekruitmen, lanjut Bupati, bukan hanya tenaga PNS yang ditingkatkan kualifikasi pendidikannya, tetapi juga tenaga guru non ASN yang sudah mengabdi dan terdata dalam Dapodik.

“Kita berharap setelah mengikuti pendidikan ini, mereka sudah memenuhi syarat untuk diangkat dalam jabatan fungsional guru, dan bagi sebagian lagi bisa mengikuti seleksi masuk CPNSD dan PPPK guru,” kata Bupati.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...