Tual, suaradamai.com – Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus memprioritaskan penataan kawasan permukiman pesisir sebagai bagian dari program penanganan kawasan kumuh.
Kepala Dinas Perkim Kota Tual, Usman Renur, mengungkapkan bahwa program serupa telah dilaksanakan secara bertahap di sejumlah lokasi sejak beberapa tahun terakhir.
“Pada tahun 2021 kita sudah melaksanakan di kawasan Pantai Kiom, kemudian tahun 2022 di Masrum, dan tahun 2025 ini di Wearhir melalui pembangunan jalan titian,” ujarnya.
Menurutnya, fokus penataan diarahkan pada wilayah pesisir karena karakteristik permukiman di Kota Tual yang didominasi oleh kawasan kepulauan.
“Topologi hunian di Kota Tual memang didominasi wilayah pesisir, sehingga prioritas kami adalah menata kawasan-kawasan tersebut terlebih dahulu,” jelasnya.
Ke depan, Pemkot Tual juga telah mengusulkan program serupa untuk beberapa lokasi lainnya.
Usman menyebutkan, terdapat tiga lokasi yang diusulkan untuk pelaksanaan program pada tahun 2027, 2028, dan 2029. Saat ini, usulan tersebut masih dalam proses seleksi dan penilaian oleh kementerian terkait.
“Kami berharap usulan ini dapat disetujui sehingga program penataan kawasan kumuh bisa terus berlanjut,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat, baik di lokasi yang telah dibangun maupun yang direncanakan, terutama dalam menjaga dan memelihara infrastruktur yang ada.
Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, yang juga menjadi salah satu indikator penilaian pemerintah pusat.
“Kami berharap masyarakat dapat menjaga hasil pembangunan ini dengan baik, sehingga menjadi nilai tambah bagi kita untuk mendapatkan program serupa di masa mendatang,” tandasnya.
