Total peserta yang mendaftar untuk seleksi CPNS kali ini sebanyak 3.085 orang.
Bintuni, suaradamai.com – Puluhan pencari kerja (pencaker) dan sejumlah perwakilan pemuda Tujuh Suku menyambangi Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni, pada Rabu (10/9/2025).
Ada dua tuntutan yang mereka sampaikan dalam audiens dengan Kepala BKPP Sepnat N. Manikrowi, yakni mendesak penertiban kuota CPNS untuk OAP dan meminta kelonggaran dalam tahap seleksi administrasi tes CPNS.
Usai pertemuan, Tokoh Pemuda Tujuh Suku Siprianus Yerkohok mengungkapkan, sejumlah surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tujuh Suku tidak sesuai dengan harapan mereka.
Ketidaksesuaian itu mereka temukan setelah pemerintah merilis daftar pendaftar yang lolos seleksi administrasi. Dalam daftar tersebut, menurut Yerkohok, terdapat beberapa nama yang diduga bukan merupakan Orang Asli Papua (OAP) tetapi ditempatkan dalam formasi khusus untuk OAP.
Yerkohok pun meminta LMA Tujuh Suku agar tegas dalam hal ini. Ia harap, surat rekomendasi tersebut direvisi kembali supaya ruang OAP terpisah dengan non-OAP.
Selanjutnya, Yerkohok menyampaikan bahwa pihaknya juga meminta pemerintah untuk mengutamakan anak asli tujuh suku, papua lainnya, dan non-OAP yang lahir dan besar di Teluk Bintuni, agar bisa lolos dalam seleksi administrasi.
Yerkohok menegaskan, usaha yang mereka lakukan ini semata-mata untuk memperjuangkan masa depan bagi OAP, khususnya anak-anak asli tujuh suku.
“Saya tegaskan kepada BKPP, upayakan agar anak-anak tujuh suku diterima 100 persen dalam seleksi administrasi ini,” ujar Yerkohok.
“Lapangan kerja ini sangat dibutuhkan. Generasi muda yang nganggur ini kan membuat hal-hal yang tidak diinginkan. Coba kita buka lapangan kerja untuk kitong punya anak-anak tujuh suku. Pasti kabupaten ini aman,” ujar Yerkohok.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala BKPP Teluk Bintuni Sepnat N. Manikrowi, menyatakan pihaknya bakal menindaklanjuti aspirasi para pencaker dan pemuda kepada Bupati selaku kepala daerah.
Terkait kuota 80 persen bagi OAP, menurut Manikrowi, pihaknya hanya menginput data berdasarkan rekomendasi yang mereka terima dari LMA Tujuh Suku.
“Kami BKPP secara administrasi tidak menginput data sembarangan. Walaupun dia (pendaftar) adalah OAP maupun non-OAP, ketika rekomendasi masuk di kami, kami input,” jelas Manikrowi.
Selanjutnya berkaitan dengan verifikasi administrasi. Manikrowi menyebutkan bahwa pencaker berharap agar semua pendaftar diloloskan dalam seleksi administrasi.
“Pencaker mau lolos semua. Nanti ikut tes baru di situ mereka beradu, siapa yang tembus, siapa yang tidak tembus,” jelas Manikrowi.
Sebagai informasi, total peserta yang mendaftar untuk seleksi CPNS kali ini sebanyak 3.085 orang.
Dari jumlah tersebut, 1.527 OAP dinyatakan lolos verifikasi administrasi, sementara 464 lainnya tidak lolos. Untuk non-OAP, 851 orang lolos, dan 243 orang tidak lolos.
Sementara dari total 744 formasi yang tersedia, masih terdapat 361 formasi yang belum terisi. Rinciannya, 360 formasi untuk OAP dan satu formasi untuk non-OAP.
“361 ini belum final. Kita lihat masa sanggah. Setelah masa sanggah dulu baru final di situ,” jelas Manikrowi.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni





