Pesona Meti Kei Nuhu Evav, Menjaga Warisan Budaya dan Alam yang Menakjubkan

Mengingat potensinya yang besar, penting bagi pemerintah dan masyarakat setempat untuk bekerja sama melindungi alam dan budaya Meti Kei.


Oleh Inay Kristina Maranressy, M.AB, Dosen STIA Darul Rachman Tual


Wisata Meti Kei di Nuhu Evav, Kepulauan Kei, Maluku, merupakan permata tersembunyi di Indonesia. Meti Kei memadukan keindahan alam dengan kekayaan budaya lokal. Fenomena laut surut panjang atau dalam bahasa Kei disebut “Met Ef” ini, berpotensi menjadi ikon wisata yang menarik perhatian global.

Dalam artikel ini, saya ingin menyoroti pentingnya melestarikan Meti Kei, baik dari segi keindahan alam maupun warisan budaya.

Evav, dengan pantai berpasir putih, air jernih, dan hutan tropis, menawarkan pengalaman wisata yang luar biasa. Pesona Meti Kei tidak hanya terletak pada pemandangan alamnya, tetapi juga pada kekayaan budaya lokal, mulai dari tradisi hingga seni masyarakat setempat.

Pengunjung tentu akan merasakan langsung kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat leluhurnya. Hal ini menjadikan Meti Kei sebagai momen menemukan tempat yang damai dan hangat.

Mengingat potensinya yang besar, penting bagi pemerintah dan masyarakat setempat untuk bekerja sama melindungi alam dan budaya Meti Kei.

Pengelolaan pariwisata berkelanjutan yang mengutamakan konservasi dan revitalisasi masyarakat lokal, akan memastikan pesona Meti Kei tetap terjaga untuk generasi mendatang. Kita harus menghindari pembangunan yang berlebihan yang dapat merusak ekosistem dan mengurangi nilai-nilai budaya daerah.

Karena itu, pengembangan Meti Kei menjadi destinasi wisata utama harus dibarengi dengan kesadaran kolektif akan perlindungannya. Dengan pendekatan yang bijaksana dan menghormati kearifan lokal, Meti Kei dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata Indonesia yang menarik, dengan tetap melestarikan warisan alam dan budaya Nuhu Evav.

Dengan memperhitungkan penyusunan strategi pengembangan wisata pesisir dan usaha kecil dan menengah, dapat menciptakan sinergi antara pengembangan sektor pariwisata dan penguatan perekonomian lokal. Berikut beberapa langkahnya yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah daerah antara lain:

Rutin menyelenggaran Event dan Festival

Mengadakan acara-acara spesial seperti festival seni, musik, budaya, atau kuliner yang dapat menarik pengunjung baik domestik maupun internasional. Semakin banyak event dan festival yang diselenggarakan semakin meriah event Meti Kei.

Mengadakan kegiatan yang melibatkan komunitas lokal dan wisatawan, seperti lomba yang lebih unik dari biasanya atau pertunjukan budaya masing-masing ohoi.

Selain komunitas lokal, penting juga untuk melibatkan “orang luar” dalam penyelenggaraan event. Acara harus disiapkan dengan matang, sehingga ragam event dan festival yang dilaksanakan tidak terkesan euforia semata, akan tetapi dikemas sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan masyarakat akan kegiatan dimaksud.

Meningkatkan Infrastruktur dan Akses

Penyediaan infrastuktur dan akses yang memadai merupakan faktor yang sangat penting untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Pemerintah daerah wajib mengembangkan infrastruktur seperti memperbaiki jalan-jalan yang rusak menuju ke tempat wisata, fasilitas umum berupa penyediaan toilet yang layak bagi pengunjung, penyediaan tempat sampah, serta tempat parkir kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat, dan fasilitas yang baik, tentu membuat pengunjung lebih nyaman.

Kemudian menyediakan transportasi yang memadai ke destinasi pantai, termasuk transportasi umum yang dapat dijangkau. Sebab, hingga kini tidak ada transportasi umum menuju tempat-tempat wisata yang berada di Kota Tual maupun Kabupaten Maluku Tenggara.

Keterlibatan UKM lokal

Mendorong UKM lokal untuk berperan aktif dalam menyediakan produk dan layanan yang mendukung sektor pariwisata, seperti akomodasi swasta, warung makan yang menyediakan hidangan lokal, produksi hidangan pantai khas, hingga souvenir.

Selanjutnya, memberikan pelatihan kepada usaha kecil dalam manajemen bisnis, pemasaran digital, dan layanan pelanggan untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan yang mereka tawarkan seperti souvenir, pemerintah harus lebih gencar dalam melakukan pendampingan atau pelatihan bagi pelaku UMKM agar dapat membuat atau memproduksikan barang yang mereka buat berkualitas.

Melaksanakan kerja sama pemasaran antara pengelola destinasi pariwisata dengan usaha kecil menengah setempat untuk mempromosikan produk lokal kepada wisatawan melalui pameran kerajinan, pasar, dan lain-lain. Pemerintah harus menyiapkan sebuah tempat bagi pelaku UMKM, agar mereka dapat memasarkan barang atau produk sebagai ole-ole atau cinderamata dari Nuhu Evav.

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pelatihan penduduk setempat untuk menjadi pemandu wisata, pengelola homestay, petugas kebersihan dan keamanan yang terlatih dalam pemberian layanan pariwisata.

Memberikan pelatihan kewirausahaan bagi mereka yang tertarik untuk memulai usaha kecil di sektor pariwisata pantai, seperti penyewaan peralatan pantai, penyediaan makanan dan minuman, serta penyewaan perahu.

Peningkatan Mutu Pelayanan dan Fasilitas

Menetapkan standar pelayanan seperti kebersihan, pelayanan pelanggan, dan mutu produk bagi usaha kecil dan menengah di sektor pariwisata.

Mendorong penggunaan fasilitas ramah lingkungan seperti, merancang bangunan untuk mendukung pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, atau konservasi alam.

Kolaborasi dengan Sektor Swasta

Bekerjasama dengan hotel, restoran, dan pengusaha lokal untuk memberikan penawaran menarik bagi wisatawan, seperti paket wisata atau diskon khusus.

Mendorong pengusaha lokal untuk menciptakan produk atau suvenir khas daerah yang bisa dijual di tempat wisata.

Penguatan Keamanan dan Kenyamanan

Menjamin keamanan di area wisata dengan penambahan petugas keamanan dan sistem pengawasan yang memadai. Penguatan keamanan di tempat wisata adalah upaya untuk melindungi wisatawan dari berbagai ancaman, seperti kejahatan, bencana alam, dan bahaya kesehatan. 

Upaya ini penting untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan dan memastikan pengalaman perjalanan yang lancar. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan di tempat wisata, yaitu: 

  • Melengkapi sarana dan prasarana (sarpras) dengan standar keamanan dan keselamatan.
  • Meningkatkan pemahaman dan kompetensi pengelola tempat wisata.
  • Membangun partisipasi masyarakat dan stakeholder agar konflik-konflik internal yang terjadi agar dihentikan karena tidak menguntungkan bagi kita, karena semakin berkepanjangan konflik, semakin kurang kunjungan wisatawan ke daerah kita, mari gunakan falsafah “Ain Ni Ain”, karena kita semua bersaudara.
  • Menyelenggarakan pelatihan bagi pengelola tempat wisata.
  • Menjalin kolaborasi multipihak untuk mitigasi bencana.
  • Menyusun pedoman Pariwisata Tangguh untuk menghadapi bencana.

Perlindungan dan Keberlanjutan Lingkungan

Menginformasikan pengunjung tentang pentingnya pantai yang bersih dan pelestarian alam serta mengajak mereka terlibat dalam kegiatan yang ramah lingkungan.

Mendorong usaha kecil lokal untuk terlibat dalam proyek konservasi seperti konservasi terumbu karang dan perlindungan hewan laut. Dengan menerapkan strategi ini, pengembangan pariwisata Meti Kei dapat memaksimalkan manfaat bagi ekonomi lokal, sambil mempromosikan keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.

Dengan upaya-upaya tersebut, pemerintah daerah dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

*Opini ini merupakan tanggungjawab penulis seperti tertera, dan bukan merupakan tanggungjawab redaksi suaradamai.com


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...