Pilkades Serentak Kota Tual Terbagi dalam Tiga Gelombang

Salah satu syarat penting yang harus dipenuhi bakal calon kepala desa/ohoi/finua adalah mengantongi rekomendasi dari Raja. Sementara di Kota Tual ada wilayah adat yang belum memiliki Raja.


Tual, suaradamai.com – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kota Tual dibagi dalam tiga gelombang.

Gelombang pertama direncanakan pada 1 Desember mendatang. Gelombang kedua pada tahun 2023. Sementara waktu pelaksanaan gelombang ketiga belum dipastikan karena pada 2024 ada agenda pemilihan umum (Pilprers, Pileg, dan Pilkada).

“Dengan mempertimbangkan aspek stabilitas keamanan, kemampuan keuangan daerah, dan tata cara pemberian rekomendasi raja kepada bakal calon, maka kita membagi klaster pelaksanaan dalam tiga gelombang,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tual Gufroni Rahanyamtel menjelaskan alasan pembagian kluster Pilkades.

Rahanyamtel menyebutkan, ada 10 ohoi/desa yang akan menyelenggarakan Pilkades gelombang pertama ini. Ohoi-ohoi itu tersebar di Kecamatan Pulau Dullah Selatan dan Kecamatan Pulau Dullah Utara, yakni Ohoi Taar, Tual, Fiditan, Dullah, Dullah Laut, Ngadi, Tamedan, Labetawi, Ohoitel, dan Ohoitahit.

Berbagai persiapan pun telah dilakukan. Mulai dari sosialisasi enam buah Perda dan dua Perwali, hingga pembentukan panitia Pilkades tingkat kota. Pada tanggal 15 Juni mendatang, akan dibentuk panitia Pilkades tingkat ohoi di 10 ohoi tersebut.

Sementara itu, untuk gelombang kedua pada 2023, dilaksanakan di satu ohoi dan tujuh finua, yaitu Ohoi Tayando Langgiar di Kecamatan Tayando-Tam, (secara adat masuk kekuasaan Raja Dullah), dan tujuh finua di Kecamatan Kur Selatan (secara adat masuk kekuasaan Raja Kilsoin) yakni, Finua Warkar, Kanara, Yapas, Rumoin, Hirit, Tiflen, dan Niela.

“Tiga ohoi di kecamatan Tayando Tam, yaitu Ohoi Tayando Yamtel, Tayando Yamru, dan Tayando Ohoiel, yang secara adat di bawah Raja Yarbadang (Tetoat). (Raja Tetoat) Sampai saat ini belum dilakukan pengukuhan, karena itu kita belum masukan (tiga ohoi ini) dalam gelombang kedua, jadi kita tunda pelaksanaannya untuk gelombang ketiga,” jelas Rahanyamtel.

Sementara finua yang berada di Kecamatan Pulau-pulau Kur (secara adat di bawah Raja Kilmas), dimasukan dalam Pilkades gelombang ketiga. Finua tersebut adalah Finua Kaimer, Lokwirin, Finualen, Sarmaf, dan Tubyal. Sedangkan Ohoi/Finua Tam Ngurhir (secara adat masuk kekuasaan Raja Tam/Lor Labai) di Kecamatan Tayando Tam juga dimasukan dalam Pilkades gelombang ketiga.

Pilkades tergantung eksistensi Raja

Salah satu syarat penting yang harus dipenuhi bakal calon kepala ohoi/finua adalah mengantongi rekomendasi dari Raja. Sementara di Kota Tual ada wilayah adat yang belum memiliki Raja.

Secara adat, ada enam Raja yang membawahi ohoi-ohoi di Tual. Di wilayah daratan, ada Raja Tual, Raja Dullah, dan Raja Ohoitahit. Sementara di wilayah kepulauan ada Raja Kilsoin, Raja Kilmas, Raja Tam, dan Raja Tetoat.

Dalam ketentuan itu, Raja yang boleh memberikan rekomendasi adalah Raja yang sudah dikukuhkan secara adat. Sementara Raja Kilmas, Raja Tam, dan Raja Tetoat belum dikukuhkan.

Dengan demikian, ohoi/finua yang berada di bawah kekuasaan tiga raja itu ditunda pelaksanaannya ke gelombang ketiga atau sampai rajanya dikukuhkan.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU