Pimpinan DPRD Malra Ikut Vicon dengan Gubernur dan Forkopimda se-Maluku

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tidak ada lock down. Pemerintah Provinsi Maluku tiru cara Korea Selatan mencegah Covid-19.


Langgur, suaradamai.com – Pimpinan DPRD Kabupaten Maluku Tenggara mengikuti video conference (Vicon) dengan Gubernur Maluku Murad Ismail dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Maluku di Ruang Sekretaris DPRD Malra, Rabu (8/4/2020) pukul 15.00 WIT.

Vicon yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait perkembangan pencegahan dan penanganan virus corona di Provinsi Maluku.

Wakil Ketua II DPRD Maluku Tenggara Johanis Bosko Rahawarin mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Maluku yang telah berinisiatif menggelar vicon tersebut.

Menurut Bosko, ada beberapa hal penting yang disampaikan Gubernur Maluku antara lain.

Pertama, melalui APBD, Pemerintah Provinsi Maluku akan memberikan bantuan kepada masyakarat.

“Akan diberikan bantuan kepada pekerja, juga pekerja lepas seperti ojek, sopir angkot, dan lain-lain dengan perhitungan masing-masing. Ada kontribusi dari APBD Provinsi sebesar 20 persen dan APBD Kabupaten/Kota sebesar 80 persen,” sebut Bosko.

Di Maluku Tenggara, pemerintah setempat telah melayangkan surat kepada DPRD terkait pergeseran anggaran. Dalam beberapa hari kedepan, kata Bosko, DPRD akan mengundang pemerintah daerah untuk membicarakan hal tersebut.

“Berapapun biaya yang dibutuhkan, DPRD siap. Biaya perjalanan dari DPRD, kegiatan-kegiatan lain, kita siap geser untuk penanganan Covid-19,” ungkap Bosko menegaskan sikap DPRD.

Kedua, terkait ketahanan ekonomi. Ancaman virus corona di Provinsi Maluku sangat berdampak terhadap ketahanan ekonomi. Untuk itu, menurut Bosko, Provinsi Maluku memilih tidak menerapkan opsi lock down demi menjaga stabilitas ekonomi.

Selain itu, ada pertimbangan lain yaitu contoh dari negara-negara yang memerangi Covid-19.

“Cina lock down perkembangan Covid meningkat, Italia lock down perkembangan Covid meningkat, sehingga Maluku melihat (meniru) contoh dari Korea Selatan. Korea Selatan tidak melakukan lock down tetapi fokus pada pemeriksaan dan karantina,” jelas Bosko.

“Jadi akses perhubungan udara dan laut tetap dibuka tapi kita perketat pada (pemeriksaan) keluar masuk kapal dan pesawat,” tambahnya.

Untuk melancarkan proses karantina, Bosko menambahkan, Gubernur sudah menginstruksikan agar bangunan SMA/SMK akan digunakan sebagai tempat karantina.

“Saya harap Pak Bupati (Malra) juga menggunakan SD dan SMP yang ada,” ujarnya.

Disinggung terkait belum ada ketegasan karantina dari Pemkab Malra terhadap pelaku perjalanan yang menggunakan pesawat terbang, Bosko akan mengusulkan kepada pemerintah daerah agar menyiapkan tempat karantina khusus bagi mereka.

Masih terkait karantina, Bosko juga mengusulkan agar pelaku perjalanan berKTP Maluku Tenggara dikarantina secara terpisah dengan yang berKTP daerah lain.

Untuk diketahui, KM. Leuser akan masuk di Pelabuhan Yos Sudarso Kota Tual pada Kamis, (9/4/2020), diikuti KM. Nggapulu Selasa (14/4/2020).

Reporter: Robert Remetwa/ Penulis: Labes Remetwa/ Editor: Labes Remetwa


Melalui APBD, Pemerintah Provinsi Maluku akan memberikan bantuan kepada masyakarat.

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU