Polda Maluku Akan Gelar Operasi Keselamatan Salawaku 2023

Ambon, Suaradamai.com – Kepolisian Daerah Maluku, melalui Direktorat Lalu Lintas akan melaksanakan Operasi Keselamatan Salawaku Tahun 2023.

Sebelum operasi lalu lintas digelar, Polda Maluku terlebih dahulu melakukan latihan pra operasi di ruang aula Pesat Gatra Ditlantas Polda Maluku, Kota Ambon, Kamis (2/2/2023).

Latihan Pra Operasi Keselamatan Salawaku 2023 dibuka oleh Kasubbag Renmin Ops Roops Polda Maluku, Kompol Titus. Ia didampingi PS Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Maluku Kompol Thomas J. Siahaya.

Mewakili Karo Ops Polda Maluku,  Kompol Titus mengatakan, Polri merupakan alat utama negara yang mengemban tugas dan tanggung jawab untuk melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat.

Selain itu, juga untuk menjaga harkamtibmas, meliputi kamseltibcar lantas yang diemban oleh fungsi opsnal Kepolisian Polantas, serta didukung dengan satuan kepolisian dan instansi pemerintah terkait lainnya, “dalam bentuk tugas kegiatan rutinitas kepolisian yang ditingkatkan (KRYD),” katanya.

Ia mengatakan, dalam dua bulan ke depan Polri atau Polda Maluku akan dihadapkan dengan potensi instabilitas kamtibmas berdasarkan kalender kamtibmas Polda Maluku tahun 2023. Yaitu menjelang dan saat perayaan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab 1444 H) tanggal 18 Februari 2023, hari raya Nyepi / Tahun Baru Saka 1944, tanggal 22 Maret 2023. Serta menjelang ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1444 H, tanggal 21/22 Maret sampai tanggal 21/22 April 2023, dan sebagainya.

Dalam kalender tersebut, aktifitas jasa / arus / sarana transportasi darat akan meningkat dari hari biasanya. Sehingga dibutuhkan upaya cipta kondisi dalam bentuk operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi

“Keselamatan Salawaku 2023”.

Operasi ini, kata Kompol Titus, bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, serta menurunkan angka fatalitas korban kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

“Saya berharap dalam pelatihan ini, instruktur bisa memberikan materi yang relevan dengan situasi dan kondisi serta keadaan yang ada di lapangan, agar personel mempunyai wawasan serta ilmu dalam melaksanakan operasi, sehingga personel tidak ada keragu-raguan dalam melaksanakan tugas yang akan dilaksanakan selama 14 hari,” pintanya.


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Molo Sabuang untuk Karawai-Dosinamalu disaksikan Bupati Kaidel dan Masyarakat Aru

Bupati Kaidel mengembalikan keputusan adat ini kepada Dewan Adat...

Legislator Roland Kasihiw: PDIP Berdiri Teguh Bersama Rakyat, Tolak Pilkada Lewat DPRD

"PDI perjuangan menolak Pilkada dipilih oleh DPRD, karena kedaulatan...

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...