Melalui inovasi teknologi pengering ikan teri TERI-DRY SMART HYBRID, Polikant menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Maluku yang lolos ke PIMNAS ke-39, melanjutkan prestasi medali perak pada 2023.
SUARADAMAI.COM — Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) kembali membuktikan kiprahnya dalam pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada inovasi dan kebutuhan masyarakat. Pada 2026, Polikant berhasil meloloskan tim mahasiswa ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39, sekaligus menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Provinsi Maluku yang berhasil menembus ajang ilmiah mahasiswa tingkat nasional tersebut.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa, pendampingan dosen, dan penerapan ilmu pengetahuan dapat menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kali ini, tim Polikant membawa TERI-DRY SMART HYBRID, sebuah inovasi teknologi pengering ikan teri yang dirancang untuk mendukung proses pengolahan hasil perikanan secara lebih higienis dan adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha pesisir.
Kepastian kelolosan tersebut tertuang dalam pengumuman resmi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Nomor 3881/DST/B2/DT.01.02/2026 tertanggal 14 Oktober 2026. Dalam pengumuman itu, sebanyak 420 tim dari 100 perguruan tinggi dinyatakan lolos ke PIMNAS 2026. Polikant tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi dari Maluku yang berhasil meloloskan tim.
Inovasi yang Berangkat dari Persoalan Masyarakat
Tim Polikant lolos melalui bidang Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI). Tim ini diketuai Wendelina Rettobjaan dari Program Studi Agribisnis Perikanan, dengan anggota Meylin Iglesia Borlak dan Claudia Natalia Jaflean dari Program Studi Agribisnis Perikanan, Azzahra Haula Salasiwa dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, serta Simson Metungun dari Program Studi Agrowisata Bahari.
Kelima mahasiswa tersebut berada di bawah bimbingan Syahibul Kahfi Hamid, dosen Program Studi Agribisnis Perikanan. Mereka mengembangkan inovasi berjudul “TERI-DRY SMART HYBRID: Transformasi Pengeringan Ikan Teri Tradisional menjadi Sistem Higienis Berbasis Energi Adaptif untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Pesisir.”
Inovasi ini berangkat dari kondisi yang dihadapi pelaku usaha pengolahan ikan teri di Desa Sathean, Kabupaten Maluku Tenggara. Selama ini, pengeringan ikan teri secara tradisional masih sangat bergantung pada cuaca dan umumnya dilakukan di tempat terbuka. Cara tersebut membuat proses produksi rentan terganggu perubahan cuaca, sementara produk berisiko terpapar debu, pasir, dan serangga.
Melalui TERI-DRY SMART HYBRID, mahasiswa Polikant berupaya menghadirkan alternatif teknologi pengeringan yang lebih higienis dan adaptif. Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa tidak semata-mata berorientasi pada pengembangan alat, tetapi juga pada penerapan teknologi untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa dari tiga program studi turut memperlihatkan pendekatan lintas disiplin dalam pengembangan inovasi. Perspektif agribisnis perikanan, teknologi hasil perikanan, dan agrowisata bahari dipertemukan untuk menghasilkan gagasan yang berangkat dari kebutuhan lapangan.
Pendidikan Vokasi yang Dekat dengan Dunia Usaha
Pengembangan TERI-DRY SMART HYBRID mencerminkan salah satu peran penting pendidikan vokasi, yakni menghubungkan pengetahuan akademik dengan penerapan praktis di masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mengidentifikasi persoalan, merancang solusi, dan mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan pengguna.
Dalam sektor perikanan, pendekatan tersebut memiliki arti strategis. Pengolahan hasil perikanan merupakan bagian penting dari rantai nilai usaha pesisir, sehingga aspek kebersihan, efisiensi proses, dan kualitas produk perlu mendapat perhatian.
Inovasi yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan pelaku usaha lokal dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah hasil perikanan. Melalui proses tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman penerapan ilmu, sementara masyarakat menjadi bagian penting dari pengembangan solusi teknologi.
Keberhasilan tim Polikant menembus PIMNAS memperlihatkan potensi kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan masyarakat dalam mendorong inovasi yang memiliki relevansi dengan tantangan pembangunan daerah.
Melanjutkan Prestasi PIMNAS 2023
Kelolosan tahun ini sekaligus melanjutkan rekam jejak Polikant di ajang PIMNAS. Pada PIMNAS ke-36 Tahun 2023 yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran, tim mahasiswa Polikant yang diketuai Madina Taweatubun berhasil meraih medali perak kelas presentasi.
Kala itu, tim tersebut mengembangkan inovasi alat pengasapan ikan untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha ikan asap di Pasar Malam Fiditan, Kota Tual.
Menariknya, prestasi pada 2023 dan kelolosan pada 2026 diraih oleh tim mahasiswa yang berbeda, tetapi berada di bawah bimbingan dosen yang sama, Syahibul Kahfi Hamid dari Program Studi Agribisnis Perikanan.
Kedua capaian tersebut memperlihatkan kesinambungan pembinaan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan teknologi tepat guna di sektor perikanan. Jika inovasi pada 2023 berfokus pada pengasapan ikan, inovasi tahun ini diarahkan pada pengeringan ikan teri. Keduanya berangkat dari persoalan pengolahan hasil perikanan yang dekat dengan kehidupan dan kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.
Capaian ini juga memperkuat pentingnya pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan agar gagasan kreatif dapat berkembang menjadi inovasi yang siap diuji, diterapkan, dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kelolosan tim TERI-DRY SMART HYBRID merupakan hasil dari rangkaian pelaksanaan dan evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa, termasuk Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) pada September 2026.
Siap Membawa Nama Maluku ke Panggung Nasional
PIMNAS ke-39 dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Tim Polikant kini mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut dengan membawa inovasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat pesisir Maluku Tenggara.
Sebagai satu-satunya perguruan tinggi asal Maluku yang lolos tahun ini, Polikant memiliki kesempatan untuk memperkenalkan kreativitas mahasiswa daerah di tingkat nasional. Keikutsertaan tersebut juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa persoalan lokal dapat menjadi sumber lahirnya inovasi yang relevan bagi pengembangan sektor perikanan.
Setelah meraih medali perak pada PIMNAS 2023, tim Polikant kembali berkesempatan mengukir prestasi melalui TERI-DRY SMART HYBRID. Harapannya, inovasi ini dapat dipresentasikan secara optimal dan memperoleh hasil terbaik dalam kompetisi nasional tersebut.
Lebih dari sekadar pencapaian kompetisi, keberhasilan ini menegaskan pentingnya pendidikan vokasi yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya nyata, mengembangkan kemampuan inovasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dari Tual, Polikant kembali membawa semangat pendidikan vokasi perikanan ke panggung nasional, dengan harapan bahwa inovasi mahasiswa tidak hanya mengharumkan nama almamater dan Provinsi Maluku, tetapi juga memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
PENULIS/PEWARTA: ROBERT REMETWA
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual







