Polikant dan Pemkab Malra Kerja Sama Kembangkan Plastik dari Rumput Laut

Berawal dari penelitian Dr. Cenny Putnarubun dkk, Polikant lolos program Matching Fund 2022. Mereka kemudian bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Malra untuk menyiapkan mahasiswa sebagai fasilitator pengembangan plastik ramah lingkungan di desa wisata.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra), berupaya menjawab persoalan lingkungan di 25 desa wisata yang tersebar di Bumi Larvul Ngabal. Salah satunya adalah masalah sampah plastik.

Langkah penanganan pun dilakukan melalui pengembangan plastik ramah lingkungan berbahan dasar rumput laut. Hasil riset dosen sekaligus peneliti dari Polikant, Dr. Cenny Putnarubun, menjadi cikal bakal pengembangan bioplastik tersebut. Dr. Cenny bersama sejumlah dosen dan peneliti berhasil menemukan formula yang tepat untuk menghasilkan plastik ramah lingkungan pada 2021 lalu.

Tidak sampai di situ, plastik biodegredable itu telah diujicobakan sebagai pembungkus makanan (nasi bungkus, kue), pembungkus produk olahan kering, dan sedotan/pipet plastik sekali pakai.

Pada tahun ini, melalui program matching fund Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI, Polikant bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Malra menyiapkan mahasiswa Polikant menjadi fasilitator pengembangan plastik ramah lingkungan di desa wisata, dalam kegiatan pembekalan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Dispar Malra, Selasa (14/9/2022), melibatkan mahasiswa dari empat program studi (Prodi), yaitu Prodi Teknologi Budidaya Perikanan (TBP), Agrobisnis Perikanan (AGP), Bioteknologi (Biotek), dan Agrowisata Bahari (AWB).

Mahasiswa-mahasiswa ini akan mendampingi tim untuk membina masyarakat desa wisata dalam mengembangkan plastik ramah lingkungan tersebut.

“Kegiatan ini juga sekaligus memberikan penguatan kepada mahasiswa dalam mata kuliah Manajemen Laboratorium, Pengolahan Hasil Perikanan, Teknik Kultur Rumput Laut, dan Kelayakan Usaha,” ujar Dr. Cenny.

Dr. Cenny menambahkan, dalam kegiatan pembekalan itu, mahasiswa dibekali materi dari Kadis Pariwisata Malra Anna Yunus, Pembantu Direktur I Dani S. Royani, dan Dr. Cenny sendiri sebagai ketua tim peneliti. Selanjutnya, mereka akan melakukan pelatihan kepada masyarakat di desa wisata.

“Nanti pelatihan dilakukan setelah mesin produksi sudah ada. Kita langsung produksi di desa wisata. Awalnya di Desa Ngilngof sebagai pilot project. Direncanakan akhir bulan Oktober (pelatihan) sudah bisa jalan. Pelatihan berupa pembuatan kantong kresek dan gelas plastik,” jelas Dr. Cenny.

Ia harap, program ini bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi industri. Sehingga turut membantu mewujudkan desa wisata yang ramah lingkungan di Kabupaten Maluku Tenggara.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU