Polresta Ambon Kejar Komplotan Penjual Senjata

Enam tersangka sudah diamankan. Mereka berasal dari unsur Polri, TNI, dan warga sipil.


Ambon, suaradamai.com – Pasca mengungkap tersangka baru,  Polresta Ambon kembali menargetkan buronan Komplotan Penjual Senjata ke KKB yang hingga kini belum ditangkap dan masih dalam pengejaran.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang dalam keterangan persnya di Mapolresta Ambon, Selasa (23/2/2021), mengatakan, enam tersangka penjual senjata sudah diamankan.

Keenam tersangka tersebut yakni SAP dan MRA, yang merupakan oknum polisi yang bertugas di wilayah hukum Polresta Ambon. Ada juga MS, oknum TNI dari Satuan Batalyon Infantri 733/Masariku, serta SN, RM, HM dan AT yang merupakan warga sipil.

Kapolresta mengaku kalau senjata api yang diperjual belikan berasal dari anggotanya. Karena itu seluruh oknum yang terlibat akan ditindak tegas tanpa pengecualian.

Dia menjelaskan, untuk senjata rakitan laras panjang jenis SS1, dijual oleh oknum anggota Polri berinisial SAP alias S. Sementara senjata api jenis revolver dijual oleh oknum anggotanya yang lain yakni MRA, yang sebelumnya juga mengaku pernah melakukan transaksi jual beli senpi.

“Setelah dilakukan penyelidikan, kepemilikan senjata rakitan jenis SS1 diketahui diperoleh dari salah satu oknum anggota Polri inisial SAP alias S. Senjata dijual kepada saudara J yang ditangkap oleh Polres Bintuni. Sedangkan senjata revolver bisa dimiliki J, juga berasal dari angota Polri MRA, senjata ini didapat dari seorang yang masih dikembangkan, kemudian diserahkan lagi kepada warga sipil atas nama SN dan dijual kembali ke J. Untuk MRA, ini kali kedua dirinya melakukan transaksi, sebelum akhirnya ditangkap,” tutur Kapolresta.

Menurut dia,  berdasarkan penyelidikan, motif penjualan senpi yaitu guna memperoleh keuntungan.

“Asal senjata rakitan masih kita telusuri, namun motifnya untuk mendapat keuntungan. Jadi senjata dibeli dari warga dengan harga Rp 6 juta dan dijual lagi dengan harga Rp 20 juta, kalau untuk tersangka sendiri sebagian besar sudah tertangkap, namun masih ada yang belum. Untuk itu, karena TKPnya ada di wilayah hukum Polresta Ambon, maka kita akan terus telusuri dan tindaklanjuti,” janji Kapolresta.

Selain Kapolresta, Kabid Propam Polda Maluku, Kombes M Syaripudin juga menambahkan, tak hanya hukuman pidana, oknum polisi yang terlibat juga akan diberi sangsi berupa pemberhentian tidak dengan hormat alias PTDH.

“Aturan jelas, apabila seseorang anggota Polri melakukan tindak pidana dan dihukum di atas 4 tahun penjara, maka dia akan diberi tambahan sanksi berupa pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat,” tegas Syaripudin.

Untuk diketahui, para pelaku ini akan mendapat hukuman yang berat. Pasalnya, tersangka dijerat dengan undang undang darurat, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1 Undang-Undang RI nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara.

Editor: Labes Remetwa


Seluruh oknum yang terlibat akan ditindak tegas tanpa pengecualian.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU