Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) terus berinovasi menghasilkan jenis-jenis olahan perikanan. Kali ini Kampus Biru itu memperkenalkan Mie “Lat”.
Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) terus berinovasi menghasilkan jenis-jenis olahan perikanan. Kali ini Kampus Biru itu memperkenalkan Mie “Lat”.
Olahan Mie Lat selama ini hanya diajarkan kepada mahasiswa. Baru kali ini, Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Perikanan (THP) Polikant, memperkenalkan produk tersebut kepada masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu di Ohoi/Desa Wain, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Jumat (25/8/2023).
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, Tim dari Prodi THP Polikant yang terdiri atas dosen, teknisi, dan mahasiswa, memperkenalkan produk tersebut dengan langsung melatih ibu-ibu di Ohoi Wain tentang cara membuat Mie Lat.
Cara pengolahan Mie Lat tergolong mudah. Bahan yang dibutuhkan berupa tepung terigu, lat (Caulerpa sp atau anggur laut), telur, dan air. Sementara alat yang digunakan seperti blender, panci, kompor, dan alat pencetak mie.
Dalam modul pelatihan yang dibagikan kepada peserta kegiatan di Wain, juga dijelaskan cara kerja pembuatan Mie Lat: terigu diayak; lat diblender; keduanya dicampur dan diaduk; air dan telur ditambahkan; hingga menjadi adonan; adonan tersebut kemudian dicetak di cetakan mie; kemudian direbus pada air mendidih; ditiriskan. Mie Lat siap digunakan.
Ketua Tim Program Pengabdian Prodi THP Polikant, Ir. Fien Sudirjo, M.Sc mengatakan, olahan Mie Lat merupakan produk baru sehingga belum ada analisa laboratorium yang menjelaskan kandungan nutrisi produk ini.
“Kita akan mempublikasikan (kandungan nutrisi) Mie Lat secara ilmiah, dalam tahun ini,” ungkap Sudirjo.
Kendati demikian, pihaknya sudah melakukan pengujian organoleptik. Pengujian ini merupakan cara pengujian menggunakan indra manusia sebagai alat utama pengukuran kualitas atu produk. Uji organoleptik berupa warna, tekstur, aroma, dan rasa.
Dari sisi pengujian organoleptik, olahan Mie Lat sudah dapat diterima.
Editor: Labes Remetwa
Baca juga:





