Rektor Uningrat Tual, Dr. H. B. S. Ingratubun, menyampaikan bahwa pengembangan program studi dilakukan sebagai bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Langgur, suaradamai.com – Universitas Doktor Husni Ingratubun (Uningrat) Tual terus memperkuat pengembangan akademik dengan menyiapkan sejumlah program studi baru.
Upaya tersebut ditandai dengan penyerahan rekomendasi pembukaan Program Studi Matematika oleh Kepala LLDikti Wilayah XII Maluku–Maluku Utara, Dr. Jantje E. Lekatompessy, kepada Rektor Uningrat Tual dalam rangkaian Wisuda ke-19 Tahun 2025, pada Senin 1 Desember lalu.
Rektor Uningrat Tual, Dr. H. B. S. Ingratubun, menyampaikan bahwa pengembangan program studi dilakukan sebagai bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas SDM di Kota Tual. Salah satunya dengan penambahan program studi untuk jenjang S1 maupun S2 yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.
Saat ini, Uningrat Tual memiliki 10 program studi yang seluruhnya telah terakreditasi, yakni: S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Ilmu Hukum, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Ilmu Komputer, S1 Teknologi Hasil Perikanan, S1 Agribisnis, dan S2 Ilmu Hukum.
Rektor juga menjelaskan bahwa Program Studi S2 Ilmu Hukum telah melaksanakan perkuliahan dan direncanakan akan menggelar wisuda perdana pada tahun 2028.
“Kami sudah melaksanakan perkuliahan untuk Program Studi S2 Hukum dan rencananya akan menggelar wisuda S2 pada 2028,” ungkapnya.
Selain Program Studi Matematika, Uningrat juga telah menyiapkan berbagai program studi baru lainnya, seperti Pendidikan Dakwah, Pendidikan Kewirausahaan, Ekonomi Pariwisata, Ekonomi Digital, hingga program studi di bidang kesehatan.
“Kami sudah menyiapkan instrumen untuk sejumlah program studi baru. Kalau satu program studi dibutuhkan di daerah, Insya Allah akan kami hadirkan,” kata Rektor.
Namun demikian, pembukaan program studi baru juga mempertimbangkan ketersediaan sarana dan ruang belajar.
“Kami harus menyesuaikan dengan ruang kelas. Saat ini kami sedang membangun gedung kembar. Kalau sudah berdiri, kami akan membuka prodi yang memang dibutuhkan daerah,” jelasnya.
Terkait fasilitas perkuliahan, Rektor menyebut bahwa sebagai perguruan tinggi swasta, Uningrat terus berupaya maksimal menyediakan fasilitas sesuai kemampuan anggaran.
“Sumber anggaran kami berasal dari mahasiswa, tetapi sampai saat ini fasilitas yang tersedia sesuai kebutuhan dan tidak ada komplain dari mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga berharap adanya dukungan dari pemerintah dalam penyediaan fasilitas pendidikan untuk menunjang proses belajar mengajar di Uningrat Tual.
Editor: Labes Remetwa





