Rabu, September 30, 2020
Beranda Maluku Tenggara Tinjau Tes CPNS, Bupati Malra: Cerdas Tapi Harus Teliti

Tinjau Tes CPNS, Bupati Malra: Cerdas Tapi Harus Teliti

“Cerdas tapi harus teliti dan kosentrasi dengan soal-soal yang ada. Sandarkanlah diri pada Tuhan,” ujar Bupati Malra M. Thaher Hanubun.

Langgur, suaradamai.com – Tahapanseleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 di Kabupaten Maluku Tenggara telah sampai pada tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Pelaksanaannya sendiri telah dimulai untuk sesi pertama dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang.

Bupati Malra M. Thaher Hanubun  berkesempatan meninjau langsung tempat pelaksanaan tes yang dipusatkan di SMA Negeri 3 Malra, Rabu (12/2/20). Orang nomor satu Malra ini berpesan kepada seluruh peserta CPNS agar harus percaya diri dan kosentrasi dalam mengerjakan soal-soal tes.

“Cerdas tapi harus teliti dan kosentrasi dengan soal-soal yang ada. Sandarkanlah diri pada Tuhan,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan, peserta yang mengikuti seleksi CPNS Malra kali ini sebanyak 2.086. Sementara yang akan diterima sesuai formasi yang tersedia hanya 143. Pastinya, dalam seleksi setiap peserta akan bersaing ketat menjadi yang terbaik.

Bupati mengingatkan, pelaksanaan seleksi CPNS berpedoman pada ketentuan dan aturan yang diberlakukan BKN. Sehingga bagi setiap peserta harus mengikuti aturan-aturan yang ada.

“Kecewa itu biasa. Teruslah berjuang untuk masa depan dan keluarga, maka jangan takut, harus optimis. Kalau takut malah tidak sesuai ekspektasi dan keinginan,” ujarnya.

“Semoga nilainya bagus, sehingga bisa bergabung membangun Malra yang maju, mandiri dan berdaya saing,” imbuh Bupati.

Seleksi ini berbasis Computer Assisted Tes (CAT). Adapun tiga tes diuji yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Intelegensia Umum (TIU). (gerryngamel/labesremetwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Pengukuhan Rat Merohoinean Berlangsung “Maryadat”

Sebelum prosesi pengukuhan, tetua adat melakukan ritual pembersihan dan penyucian dalam tiga ritual berbeda.

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

Tahun 2021, Warga Ohoi Wermaf Miliki Rumah Layak Huni

Pemerintah Ohoi (Desa) Wermaf tidak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran jumbo untuk rehab rumah warga. Elat,...

KOMENTAR TERBARU