Tokopedia Buka Dua inisiatif Dukung program Kampus Merdeka Kemendikbud Ristek

 Dia juga menawarkan dua program untuk mendukung kampus merdeka dan berharap dapat menemukan dan mengasah mutiara-mutiara terpendam sejak dini tanpa harus menunggu talenta terbaik indonesia lulus kuliah.


Suaradamai.com – Sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia unggul Indonesia, program Merdeka Belajar- Kampus Merdeka yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI hadir untuk diimplementasikan di perguruan tinggi Indonesia.

Tokopedia membuka dua inisiatif untuk mendukung program Kampus Merdeka besutan Kemendikbud Ristek. Pertama, program magang bersertifikat yang tersedia untuk tiga bidang dan kedua, Hackathon Devcamp yang merupakan kompetisi membangun produk dan solusi dalam waktu sangat singkat.

William Tanuwijaya CEO Toko Pedia mengatakan, Dalam indusrtri digital, keunggulan sumberdaya manusia yang menjadi kunci bersaing di kancah nasional hingga global. Hal itu diungkapkannya dalam diskusi Festival Kampus Merdeka 2021 bersama Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim, perwakilan akademisi dan pelaku industri lainnya, Selasa (15/6/2021).

“Sebagai pelaku Industri Teknologi Nasional sejak pertama kami harus siap dan mampu bersaing di pasar global, namum berbeda dengan indusrti lainnya dimana kekayaan sumber daya alam dapat menjadi penentu, dalam industri digital keunggulan sumberdaya manusialah yang menjadi kunci.” Ujar William.

William juga menyampaikan motivasinya untuk bergabung dalam program tersebut.

“Pengalaman kami, umumnya lulusan kita tidak langsung siap bekerja karena tadi, perubahan yang begitu cepat dan dinamis. Perusahan harus melatih kembali talenta yang ada sesuai dengan perkembangan industri, padahal kita semua sedang berpacu, berlomba meluncurkan inovasi yang tebaik sehingga waktu sebenarnya sangat berharga, tidak boleh terbuang sia-sia. Inilah yang menjadi motivasi utama kami untuk bergabung dalam program ini.” Ungkap William.

Dia juga menawarkan dua program untuk mendukung kampus merdeka dan berharap dapat menemukan dan mengasah mutiara-mutiara terpendam sejak dini tanpa harus menunggu talenta terbaik indonesia lulus kulia.

William mengatakan semua mahasiswa yang diterima akan mendampat pendampingan dan turut langsung berkontribusi pada pemerataan  pembangunan ekonomi digital.

“Langsung terjun berenang ke samudera yang luas ikut membangun solusi kepada lebih dari seratus juta layanan kami, masyarakat indonesia, mitra UMKM agar mereka dapat turut langsung berkontribusi pada pemerataan dan pembangunan ekonomi secara digital.” Ujar William.

Mendengar hal itu menteri Nadiem terkagum dan mengatakan apabila masih kulia dia ingin mengikuti program tersebut.

“Luar biasa programnya, kalau saya mungkin di S1 saya ingin ikut programnya. Karena itu luar bisa variasi dari disiplinnya.” Ungkap Nadiem.

Telkom Indonesia juga mendukung program tersebut dengan menerima 311 mahasiswa magang. Hal ini disampaikan langsung oleh  Ririek Adriansyah Derektur Telkom

“Tentunya kami ingin ikut serta dalam meningkatkan kualitas magang atau kerja praktek. Nah untuk itu mas menteri kami sudah menyiapkan ada 90 program untuk 311 mahasiswa, dan kami juga sudah menyiapkan 48 mentor. Mereka mendapatakan insentif jadinya kita harapankan motivasi mereka akan sangat tinggi.” Ujar Ririek.

Editor: Petter Letsoin


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU