Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Ambon, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, serta lima tokoh agama. Kehadiran para pemimpin ini menjadi simbol kuatnya harmoni lintas iman di Bumi Raja-Raja.
Ambon, suaradamai.com – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan pentingnya persatuan dan toleransi antarumat beragama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Penegasan itu disampaikan dalam Doa Damai Lintas Agama yang dirangkai dengan Perarakan Arca Kristus Raja Semesta Alam di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon, Sabtu (22/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Ambon, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, serta lima tokoh agama. Kehadiran para pemimpin ini menjadi simbol kuatnya harmoni lintas iman di Bumi Raja-Raja.
Dalam sambutannya, Vanath mengungkap hasil kajian yang menunjukkan bahwa 13 dari 15 nilai dasar umat beragama di Maluku memiliki kesamaan. “Jangan terlalu membahas perbedaan. Justru persamaan kita jauh lebih banyak. Itu yang harus diperkuat agar Maluku tetap aman dan maju,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta doa bersama.
Ia menambahkan bahwa kerukunan di Maluku selama ini terjaga berkat dukungan timbal balik antarumat dalam setiap perayaan hari besar keagamaan. “Saat umat Muslim merayakan Idulfitri, saudara Kristen ikut menjaga keamanan dan kenyamanan. Kini saat umat Kristen mempersiapkan Natal, mari kita sebagai umat Muslim dan agama lainnya memberikan dukungan yang sama,” ujarnya.
Vanath juga menekankan bahwa pemimpin agama memiliki peranan penting sebagai teladan bagi umat, sehingga kerja sama lintas tokoh agama harus terus dipupuk. Ia turut mengingatkan adanya potensi infiltrasi kelompok eksternal yang memanfaatkan jalur keagamaan untuk memecah belah masyarakat.
“Kekayaan Maluku membuat kita harus selalu waspada. Pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama harus bahu membahu menjaga negeri ini,” pungkasnya.
Menjelang Desember, ia menyebut momen ini sebagai kesempatan memperkuat pesan bahwa Ambon dan Maluku adalah rumah besar yang aman, toleran, dan terbuka bagi seluruh pemeluk agama.





