Wali Kota Ambon Apresiasi Brimob Polda Maluku atas Bantuan Water Canon dalam Penanganan Kebakaran

“Ini kolaborasi yang baik di Kota Ambon, supaya semua merasa memiliki untuk saling membantu dan menolong satu dengan yang lain,” ujar Wattimena.


Ambon, suaradamai.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Brimob Polda Maluku yang telah membantu Pemerintah Kota Ambon dengan mengerahkan dua unit water canon dalam penanganan kebakaran yang terjadi baru-baru ini.

Menurut Wattimena, kolaborasi tersebut mencerminkan rasa memiliki serta semangat saling tolong-menolong antarinstansi di Kota Ambon.

“Ini kolaborasi yang baik di Kota Ambon, supaya semua merasa memiliki untuk saling membantu dan menolong satu dengan yang lain,” ujar Wattimena.

Ia juga mengimbau seluruh pelaku usaha di Kota Ambon agar menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap tempat usaha. Hal ini penting sebagai langkah awal penanganan kebakaran sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.

“Saya sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh pelaku usaha untuk menyiapkan alat pemadam ringan. Kalau terjadi kebakaran, paling tidak mereka bisa saling membantu sambil menunggu pemadam kebakaran tiba,” jelasnya.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait keterlambatan respons pemadam kebakaran, Wali Kota menegaskan bahwa waktu tanggap petugas Damkar Kota Ambon hanya sekitar enam menit setelah laporan diterima.

“Kalau ada keluhan soal keterlambatan, saya kira tidak ya. Waktu respons kita enam menit setelah terima laporan, enam menit sudah tiba di tempat. Jadi paling tidak kita sudah berupaya,” tegasnya.

Terkait insiden kebakaran terakhir yang pemadamannya dinilai kurang optimal, Wattimena menyebut faktor angin kencang sebagai penyebab utama.

“Kemarin saya dapat laporan, kenapa pemadaman agak terlambat? Karena angin kencang. Kalau angin kencang, kita siram pun tidak berdampak,” tambahnya.

Pemerintah Kota Ambon, lanjut Wattimena, turut menyampaikan keprihatinan kepada para korban kebakaran. Namun demikian, ia bersyukur karena tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi dalam peristiwa tersebut.

“Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa tidak ada korban jiwa. Pemerintah akan menangani sesuai mekanisme, dan untungnya tidak ada pengungsi,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

“Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar dan berhati-hati supaya ketika bencana datang, kita siap. Itulah ketangguhan menghadapi bencana,” tegasnya.

Selain penyediaan APAR, Wali Kota juga meminta para pemilik ruko dan toko untuk menyediakan tempat sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap program kebersihan kota. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Ambon telah memberikan tunjangan risiko kerja bagi petugas dengan tingkat risiko tinggi, seperti petugas Damkar dan Satpol PP.

“Kepada OPD yang berisiko tinggi dalam bekerja, pemerintah kota memberikan tunjangan risiko kerja. Kami berharap tidak ada kecelakaan, tetapi itu bagian dari risiko pekerjaan,” tutupnya.

Pemerintah Kota Ambon terus berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan bencana melalui penguatan kolaborasi lintas instansi dan partisipasi aktif masyarakat, demi mewujudkan kota yang aman dan tangguh.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...