“Data yang kita dapatkan itu hasil pelacakan dan pemeriksaan. Saya pun tidak tahu berapa banyak yang belum diperiksa. Karena itu, dari waktu ke waktu jumlahnya bisa terus bertambah,” ujar Bodewin, Rabu (23/9/2026).
Ambon, suaradamai.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan penanganan HIV tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran individu dan keluarga dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah perilaku yang berisiko.
Hal itu disampaikan Bodewin menyusul temuan 212 kasus HIV di Kota Ambon berdasarkan hasil pelacakan dan pemeriksaan hingga Agustus 2026 dan periode setelahnya. Ia menyebut angka tersebut masih dapat bertambah seiring pemeriksaan dan pelacakan yang terus dilakukan.
“Data yang kita dapatkan itu hasil pelacakan dan pemeriksaan. Saya pun tidak tahu berapa banyak yang belum diperiksa. Karena itu, dari waktu ke waktu jumlahnya bisa terus bertambah,” ujar Bodewin, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, pemerintah terus melakukan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Namun, perubahan perilaku tetap membutuhkan kesadaran dari setiap individu.
Bodewin mengatakan perilaku seksual berisiko menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan penyebaran HIV.
“Kita mengedukasi masyarakat soal perilaku seks bebas karena hal itu sangat berpengaruh. Pemerintah hanya bisa mengimbau dan memberikan pemahaman. Selebihnya tergantung masyarakat dan perilaku masing-masing,” tegasnya.
Keluarga Jadi Benteng Utama
Bodewin juga menekankan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua, dalam membentuk karakter dan menjaga pergaulan anak.
Ia meminta orang tua meningkatkan perhatian terhadap aktivitas anak, termasuk ketika berada di luar rumah pada malam hari.
“Orang tua mesti peduli kalau anak belum pulang pukul 10 malam. Ke mana mereka pergi saat keluar malam? Jangan sampai terlibat hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.
Di sisi pemerintah, Pemkot Ambon telah mengarahkan Dinas Kesehatan untuk memperkuat pelacakan dan pemantauan kesehatan masyarakat.
Satpol PP dan Dinas Sosial juga diminta menjalankan tugas sesuai kewenangan, termasuk melakukan pengawasan dan penertiban apabila diperlukan.
Namun, Bodewin mengakui pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengawasi setiap warga secara langsung sepanjang waktu.
“Kami tidak mungkin mengawal orang per orang selama 24 jam. Ini soal etika dan moral. Pemerintah tak bisa mencampuri etika setiap pribadi. Kita hanya membina dan memberi edukasi. Sisanya tergantung diri masing-masing,” ucapnya.
Narkoba dan Miras Juga Jadi Perhatian
Selain HIV, Bodewin mengatakan persoalan narkoba dan peredaran minuman keras juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Ambon.
Menurutnya, penanganan berbagai persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tanggung jawab tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga keluarga dan lingkungan.
Ia mengajak ketua RT, RW, tokoh masyarakat, serta seluruh warga turut mengambil peran dalam menjaga lingkungan dan mencegah munculnya persoalan sosial.
“Mari kita semua berperan. Persoalan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama,” ajak Wali Kota Ambon.







