1000 lilin pun turut dinyalakan dalam doa bersama yang diinisiasi oleh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kepulauan Aru itu.
Dobo, suaradamai.com – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel menekankan pentingnya semangat kebersamaan untuk menjaga Jar Garia dan Indonesia tetap aman dan kondusif dalam Doa Damai untuk Negeri di halaman Kantor Bupati, Rabu (3/9/2025) malam.
1000 lilin pun turut dinyalakan dalam doa bersama yang diinisiasi oleh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kepulauan Aru itu.
Doa dan penyalaan seribu lilin ini sebagai respon dari berbagai peristiwa memilukan yang terjadi di bangsa Indonesia beberapa waktu ini hingga menelan korban jiwa.
“Mari kita berdoa dari Jargaria untuk Indonesiaku,” pinta Kaidel untuk semua yang hadir.
Kaidel kembali mengajak seluruh masyarakat agar menyebarkan semangat kebersamaan dan menjaga ketertiban lingkungan masing-masing.
“Demi Jar Garia sebagai daerah yang aman, tentram, dan penuh toleransi, agar bangsa ini dapat menjadi bangsa yang bersatu, bangsa yang maju, bangsa yang besar,” ucap Kaidel.
Kebersamaan itu kata Kaidel juga untuk memperkokoh kesatuan dan persatuan dari Aru untuk Indonesia.
Ia mengimbau Pemerintah Kepulauan Aru bersama TNI/Polri dan komponen masyarakat agar berkomitmen menjaga stabilitas daerah dan memastikan seluruh aktivitas masyarakat seperti pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik.
“Yang bekerja tetap bekerja, berdagang tetap berdagang, kita terus jaga persaudaraan kita,” imbuhnya.
Seusai acara, Bupati Kaidel kembali mengingatkan pesan-pesan tersebut melalui sebuah unggahan video selama doa melalui akun Facebook pribadinya @timotiuskaidel seraya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan OKP yang telah menginisiasi acara doa tersebut.
“Harapan kita bersama untuk Indonesia dan Jar Garia yang aman, nyaman dan tenteram.
Doa terbaik dari kami semua dari Aru untuk Indonesia. Untuk Indonesia yang aman dan jargaria yang kondusif,” tulis Kaidel.
Hadir dalam doa dan penyalaan lilin tersebut, Wakil Bupati Muhamad Djumpa, Pimpinan FORKOPIMDA, pimpinan keuskupan, pimpinan klasis, pimpinan OKP, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat.
Doa bersama dipimpin tiga tokoh agama yakni Wakil Ketua MUI, Wakil Uskup, dan Ketua Klasis Pulau-pulau Aru.





