Alhamdulillah, tahun ini lewat kementrian PUPR, kita dapat bantuan pembangunan rusun sebesar 24,8 milliar lebih, selain itu rumah susun ini akan dilengkapi dengan fasilitas seperti Kursi, Meja, Lemari dan tempat tidur dengan anggaran sebesar 1,5 miliar rupiah,” ucap Adam.
Tual, suaradamai.com – Wali kota Tual Adam Rahayaan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun di Kampung Fanil, Desa. Feditan, Kecamatan Dullah Utara. Jumat ( 16/4/2021).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Kota Tual, Ahmad Yani Renuat,S.Sos,M.Si. , Wakil Ketua I DPRD Kota Tual, Ali Mardana,SE. , Dandim 1503/Tual, Letkol Inf. Christian Mario Noya, Pasops Lanal Tual, Mayor Laut (P) Wahyudi. , Wakapolres Tual, Kompol, Syahrul Awab,S.Sos, SIK, Kepala Badan Pertanahan Tual, Syene F Tehupeori SP, Para Pimpinan OPD Lingkup Kota Tual, dan para Tomas,Toga,Todat.
Walikota Tual dalam sambutan menyampaikan, perjuangan untuk memperoleh bantuan rusun, dimulai sejak tahun 2018. Tahun 2021 Kota Tual memperoleh bantuan pembangunan rumah susun melalui alokasi pendanaan yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara APBN tahun 2021.
“Alhamdulillah, tahun ini lewat kementrian PUPR, kita dapat bantuan pembangunan rusun sebesar 24,8 milliar lebih, selain itu rumah susun ini akan dilengkapi dengan fasilitas seperti Kursi, Meja, Lemari dan tempat tidur dengan anggaran sebesar 1,5 miliar rupiah,” ucap Adam.
Walikota juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Maluku, atas berbagai bantuan yang diterima khususnya rumah susun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Kami berharap dengan terbangunnya rumah susun MBR ini maka dapat mendorong masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak huni dan lingkungan yang sehat serta aman.” Jelas dia.
Kesempatan yang sama, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Provinsi Maluku, Ir.Yones Yubilia Biring mengatakan, Pembangunan rusun ini sebagai jawaban atau kepedulian pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga masyarakat dapat menikmati hunian yang yang layak.
“Hunian adalah salah satu aspek pendukung kualitas kehiduapan yang sangat penting, dimana jika masyarakat bisa menikmati hunian yang layak. maka anak-anak mereka dapat belajar dengan dengan baik,” Ujar Yones.
Yones berharap, dalam pelaksanaan pembangunan agar tidak terjadi hambatan dalam prosesnya, dan juga untuk legalitas lahan juga dapat diselesaikan dengan baik sehingga proses ini dapat berjalan dengan lancar.
Usai peletakan batu pertama, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tahun 2021,oleh wali kota tual kepada 5 orang perwakilan. Masing-masing perwakilan menerima sebesar 20.000.000 rupiah.
Editor : Petter Letsoin
Baca juga:





