Bupati Malra Buka RKPD Tahun 2024

Langgur, suaradamai.com – Bupati Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2024, ai Aula Kantor Bupati Malra, Senin (27/3/2023).

Bupati Thaher menyampaikan Kabupaten Maluku Tenggara, isu-isu ini sudah cukup selaras dengan Isu yang diangkat di level daerah, yaitu: penurunan angka kemiskinan, pengentasan kemiskinan ekstirm, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dengan fokusnya pelayanan pendidikan dan kesehatan termasuk prioritas penurunan angka stunting.

Kata Bupati isi peningkatan ekonomi dan daya saing daerah, berfokus pada pengendalianinflasi dan peningkatan daya saing daerah, peningkatan kapasitas infrastruktur dan konektivitas, ini berfokus pada penanganan ruas jalan prioritas di pulau Kei Besar, penataan kota Langgur dan infrastruktur pendukung kawasan, peningkatan kualitas lingkungan hidup, peningkatan stabilitas politik dan keamanan, yaitu fokus untuk kelancaran dan kesuskesan pemilu 2024, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Selain itu, dalam hubungan degan isu strategis nasional yaitu: percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas. Maka di Kabupaten Maluku Tenggara, ada major project RPJMN, pembangunan jalan trans Pulau Kei Besar masih harus didorong pada tahun 2024,” ujarnya.

Hanubun bilang, diperlukan intervensi anggaran pada tahun 2024, untuk mencapai target kinerja 101,6 Km sesuai RPJMN.
Capaian sampai dengan tahun 2022 baru sebesar 30,53 persen, atau sepanjang 31 ,02 Km dari target 101,6 Km.

“Terhadap isu-isu yang tadi sudah Saya sebutkan, beberapa isu aktual yang sekaligus melalui kesempatan ini kami harapkan ada dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku dan Bapak Ahmad Zainudin bersama teman-teman di Bappenas,” tukasnya.
Bupati juga berharap agar pemerintah Provinsi Maluku dan Bappenas bisa melihat isu-isu yang ada antara lain penurunan stunting Maluku Tenggara Tahun 2022 yang masih berada di angka 16,98 persen.

“Sudah Jauh berkurang dari tahun 2018 sebesar 30,01 persen, Maluku Tenggara masih harus bekerja untuk menekan stunting ke angka 14 persen, sesuai target nasional. Masih harus mengejar 2,98 poin,” papar Hanubun.

Bupati pada kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa jumlah balita yang dipantau di Maluku Tenggara mencapai 7.472 balita dari target sasaran 8.156 balita atau sebesar 91,61 persen. Dari balita yang dipantau, ditemukan sebanyak 1.269 balita stunting. Tersebar, di 11 Kecamatan.

“Data balita stunting ini by name-by address, sehingga intervensi diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing,” katanya.

Bupati Thaher juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, membangun sistem kerja yang melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, di mana pada tahun ini, akan dimulai program Bapak-Ibu Angkat bagi balita stunting yang ada.

Hanubun menambahkan, penurunan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrim kemiskinan tingkat kemiskinan Maluku Tenggara Tahun 2022 sebesar 21,19 persen. Berhasil ditekan dari angka 22,73 persen


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...