Hurassan Minta SPBU Nakal Harus Ditindak Tegas

Ironisnya, Barcode yang dikeluarkan Pertamina ini milik individu atau perorangan dan hanya diketahui oleh petugas SPBU.


Ambon, suaradamai.com – Polemik mengenai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang selama ini terbukti menyalurkan dan meloloskan bahan bakar minyak (BBM), subsidi secara ilegal harus ditindak tegas.

Terkadang untuk melancarkan aksi nakal tersebut petugas SPBU bekerja sama dengan pihak luar yang membutuhkan BBM bersubsidi jenis pertalite.

Tak hanya sampai disitu penyalahgunaan barcode di SPBU pun marak terjadi, terkadang sopir hendak mengisi BBM dinyatakan kuota telah habis, atau telah digunakan.

Ironisnya, Barcode yang dikeluarkan Pertamina ini milik individu atau perorangan dan hanya diketahui oleh petugas SPBU.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Komisi II DPRD Maluku, Russlan Hurasan Selasa (4/4/2023) dalam rapat bersama Pertamina Wilayah Ambon dan Bulog Wilayah Maluku dan Maluku Utara menyatakan.

“Harusnya SPBU yang melanggar dengan menjual BBM bersubsidi ke pelanggan yang bukan haknya harus ditindak tegas, minimal di skors beberapa bulan biar ada efek jera,” Tegas Hurassan.

Kenapa terus menerus terjadi, karena  selama ini sanksi yang diberikan tidak tegas sehingga kasus tersebut terus berulang.

Dijelaskan, Kita dapat banyak laporan salah satunya ada SPBU yang diduga melakukan kerjasama dengan pengecer, yang sengaja melakukan pembiaran atau memudahkan pengisian BBM dengan tangki yang dimodifikasi.

“Motor tersebut dilengkapi tangki jumbo, tepatnya di SPBU pasar lama di belakang ruko percetakan hampir semua tangki jumbo berputar disitu, Isi di sebelahnya, putar lagi disitu, dipindahkan lagi ke jerigen lalu balik lagi jadi begitu terus menerus,” bebernya.

Ini harus menjadi pengawasan ketat dari Pertamina, saya merespon baik mudah mudahan ada kebijakan untuk dibangun pos pengaduan di SPBU biar bisa langsung menerima keluhan masyarakat.

Sementara untuk sistem barcode, Hurassan menyatakan kira-kira solusi dari Pertamina apa, ketika sudah terpakai kuotanya, sementara tak semua masyarakat menggunakan android.

“Untuk oknum petugas SPBU nakal saya minta tindak tegas lah pak, minimal sangsi yang memberatkan,” Pintanya.

“Untuk itu, mengantisipasi Barcodenya dipakai orang kami menyarankan reset QR, jadi sudah tersedia penjelasan di masing-masing SPBU,” Jelas Angga Yudiwinata Sales Area Manager Pertamina Ambon.

“Menurutnya, masyarakat juga tidak harus punya smartphone untuk mengakses QR, bisa pakai web aplikasi setelah mendaftar di web kita dapat QR dicetak dan bisa dibawa-bawa,” Demikian Yudiwinata.

Sebenarnya sosialisasi penggunaan QR sudah dari tahun lalu tepatnya Juni 2022, di SPBU juga membuka pendaftaran mengenai QR code, kebanyakan sopir angkot mengetahui hal tersebut.


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...

Polikant Raih Predikat Baik Sekali Simkatmawa 2025, Wadir III: ke Depan Harus Unggul

Ia berharap, karena Polikant hari ini telah mencapai predikat...

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...