Wenno: Jelang Usia ke-448 Kota Ambon Dalam Perspektif, Kasus HIV AIDS Masih Krusial

Memang tidak dapat dipungkiri kota Ambon merupakan jantung dan nadi bagi 11 kabupaten kota dan menjadi destinasi seksi para kaum migran dari luar provinsi Maluku.


Ambon, suaradamai.com – Awal bulan lalu kita Ambon dihebohkan dengan tingginya kasus penularan Virus Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merujuk data Dinas Kesehatan Kota Ambon.

Konon katanya, ratusan warga Kota Ambon terpapar merujuk ke data Dinkes setempat 174 kasus HIV dan 6 kasus AIDS yang terdeteksi, setelah melaksanakan pengambilan darah di beberapa penginapan dan karoke.

Memang tidak dapat dipungkiri kota Ambon merupakan jantung dan nadi bagi 11 kabupaten kota dan menjadi destinasi seksi para kaum migran dari luar provinsi Maluku.

Tentunya semakin banyak penduduk geliat pembangunan tempat hiburan pun semakin tinggi apalagi kota Ambon merupakan ibukota provinsi.

Menapaki usia Kota Ambon ke-448 tahun tentu banyak yang harus dibenahi. Kepada Jurnalis Poros Timur, Anggota DPRD Maluku Daerah Pemilihan Kota Ambon Jantje Wenno menyatakan.

“Pemerintahan yang tengah berjalan ini sudah baik namun harus lebih diperbaiki kinerjanya lagi terutama tingginya kasus penularan HIV/AIDS di Kota Ambon yang masih krusial.” Ujarnya. Selasa (6/9/2023) kemarin di Gedung DPRD Maluku Kawasan Karang Panjang.

Wenno bilang, merujuk kepada data yang sudah disajikan Dinkes kota Ambon kita seolah kecolongan, Pemkot lalai dalam menaruh fokus perhatian, padahal ini pasti disumbangkan dengan peredaran Narkoba yang patut diduga cukup tinggi.

Dijelaskannya. Fenomena mengenai kasus HIV AIDS seperti Gunung Es di puncak kelihatan sedikit, tetapi di bawah ini banyak, jadi kalau di katakan terjangkit ratusan orang berarti patut di duga ribuan orang telah terjangkit di Ambon.

Namun bukan itu saja, sebut bakal calon Walikota Ambon ini ada sejumlah permasalahan urgent yang harus diselesaikan, misalnya saja

“Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup tinggi di kota ini. ini data yang masuk dari lapas klas I  Ambon.” Sebutnya.

Berikutnya masalah ekonomi dan peluang kerja yang semakin sulit. UMKM yang semakin terhimpit oleh usaha berskala besar seperti Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya .                         

Juga lanjutnya, Ojek dan usaha Angkot yg semakin terjepit dgn transportasi Online. Pasar yang tidak dikelola secara baik mengakibatkan tingkat inflasi tinggi.

“Banjir longsor dan sampah masih menjadi masalah di kota ini. Kemacetan di ruas jalan tertentu.” Imbuhnya .                                                                       

Dirinya menambahkan. Apalagi masalah pemilihan dan pelantikan kepala desa dan raja definitif sehingga muncul penjabat kepala desa yang terlalu lama menjabat. Ini masalah sistem yang baik dari bawah akan berpengaruh juga terhadap tatanan birokrasi pemerintah kota Ambon.

“Semoga di usia yang sudah semakin renta kota Ambon semakin baik, pelayanan publik tetap ditingkatkan isu krusial segera diselesaikan secepat mungkin.” pungkasnya.

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...