Demo ke-3, Massa Pendukung Maryadat Desak KPU Malra Segera Gelar PSU

Massa aksi menilai KPU Maluku Tenggara sengaja mengulur waktu pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Sebab PSU paling lambat dilaksanakan 6 Desember 2024 atau 3 hari lagi.


Langgur, suaradamai.com – Pendukung Pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) Martinus Sergius Ulukyanan dan Ahmad Yani Rahawarin, kembali menggelar aksi demonstrasi di ruas Jln. Soekarno-Hatta Ohoijang, Langgur, Selasa (3/12/2024).

Ratusan orang itu mendesak KPU Maluku Tenggara agar segera melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diduga terjadi pelanggaran Pilkada.

Ada orator yang menyebut jumlah TPS yang direkomendasikan oleh Bawaslu untuk PSU, lebih dari 10 TPS. Namun, yang pasti, Bawaslu Maluku telah merekomendasikan PSU di empat TPS di Maluku Tenggara.

Kendati demikian, belum ada rincian yang jelas soal TPS mana yang akan dilaksanakan PSU. Hal ini yang juga disoroti oleh pendukung Paslon Martinus-Yani Anak Adat (Maryadat). Sebab, mereka punya bukti kuat dugaan kecurangan di sejumlah TPS, baik di wilayah Kei Kecil maupun Kei Besar.

Sebagai informasi, KPU RI telah menetapkan batas waktu pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024, paling lambat tanggal 6 Desember 2024 atau 3 hari lagi.

Unjuk rasa berakhir pemalangan

Mengawali aksi unjuk rasa, para pendukung berjalan kaki dari Rahan Sakdit di Langgur, menuju Kantor KPU. Menggunakan pengeras suara yang diangkut dump truck, mereka berorasi sepanjang jalan sekitar 2 km.

Tiba di depan Kantor Polsek Kei Kecil, massa aksi terhalangi barikade aparat keamanan. Sehingga tidak dapat menyampaikan aspirasi langsung di depan Kantor KPU.

Massa memaksa masuk, menuntut untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada para komisioner KPU di depan kantornya. Namun, massa aksi tidak dapat menembus kawat duri yang mengelilingi kawasan Kantor KPU dan Bawaslu setempat.

Kendati demikian, mereka telah menyampaikan aspirasi dari jauh. Dengan mengandalkan pengeras suara, massa aksi berharap suara mereka didengar.

Walau begitu, massa tidak puas dengan barikade aparat keamanan. Lantas kemudian mereka melampiaskan amarah dengan memblokir sejumlah ruas jalan di dalam Kota Langgur.

Mereka akan melakukan aksi lanjutan besok dengan jumlah massa yang lebih besar.

Editor: Labes Remetwa


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...