“Saya minta semua organisasi, kita semua bersama-sama supaya kita promosikan ini, ‘Aru sebagai Laboratorium Toleransi Umat Beragama’. Promosi perdamaian dari Aru untuk dunia,” ujar Ulahayanan.
Dobo, suaradamai.com – Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Aru RP Tino Ulahayanan, MSC, menyerukan pentingnya menampilkan nilai kerukunan umat beragama dalam rangka menyambut kunjungan pastoral Duta Vatikan untuk Indonesia di Dobo.
Dalam arahannya kepada berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan di Rumah Uskup Dobo, Kamis (10/7/2025), Ulahayanan menggarisbawahi bahwa Aru harus dikenalkan kepada dunia sebagai Laboratorium Toleransi Umat Beragama.
Ia meminta agar dalam penyambutan Duta Vatikan pada 17 Juli menadatang, seluruh organisasi hadir lengkap dengan atribut masing-masing dan membawa satu spanduk utama bertuliskan ‘Aru Laboratorium Toleransi Umat Beragama’.
“Substansinya adalah yang kita tonjolkan adalah kerukunan umat beragama di Aru sebagai laboratorium. Nilai ini yang harus kita tonjolkan,” ujar Ulahayanan.
Lebih lanjut, Ulahayanan menjelaskan bahwa kedatangan Duta Vatikan bukan hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai pemimpin rohani yang diutus langsung oleh Paus dalam rangka kunjungan pastoral.
“Karena itu, saya minta semua organisasi, kita semua bersama-sama supaya kita promosikan ini, ‘Aru sebagai Laboratorium Toleransi Umat Beragama’. Supaya Duta lihat bahwa Aru Laboratorium Toleransi Umat Beragama. Promosi perdamaian dari Aru untuk dunia,” ujar Ulahayanan.
Ia juga mengingatkan bahwa pesan Paus — dari Paus Fransiskus hingga Paus Leo XIV — selalu menekankan pentingnya perdamaian dan persaudaraan lintas agama.
Paus, lanjut Ulahayanan, secara konsisten menyerukan perdamaian global, termasuk di wilayah-wilayah konflik seperti Ukraina, Rusia, Palestina, Israel, dan Iran.
“Banyak sekali korban dari perlombaan senjata ini. Anak-anak yang tidak berdosa, perempuan yang tidak berdosa di Palestina, Israel dan di Iran. Sedih betul. Karena itu seruan perdamaian menjadi hal yang sangat penting,” ujar Ulahayanan.
Editor: Labes Remetwa





