Solusi tersebut didapat setelah melalui dinamika panjang yang terjadi dalam RDP kedua yang digelar di Ruangan Rapat Sementara DPRD di Gedung Sitakena, Rabu (20/8/25).
Dobo, suaradamai.com – Dua kali DPRD Aru menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal tunggakan beasiswa mahasiswa yang harusnya dibayar pemerintah daerah (Pemda) di sejumlah perguruan tinggi, salah satunya STIKES Pasapua Ambon akhirnya menemukan solusi.
Akibat penunggakan pembayaran itu, para mahasiswa diberhentikan sementara proses perkuliahan hingga penyelesaian studi di kampus-kampus tersebut.
Solusi tersebut didapat setelah melalui dinamika panjang yang terjadi dalam RDP kedua yang digelar di Ruangan Rapat Sementara DPRD di Gedung Sitakena, Rabu (20/8/25).
RDP yang dipimpin Ketua DPRD Fenny Silvana Loy ini dihadiri para anggota DPRD, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Kabag Kerjasama antar Wilayah Setda, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Kadis Pendidikan, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Juga para mahasiswa STIKES Pasapua Ambon yang sebelumnya telah melakukan demonstrasi di Gedung DPRD sejak Selasa (19/8) pagi hingga Rabu (20/8) pagi. Mereka didampingi pimpinan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Aru.
Sebelumnya sidang yang dimulai sekitar pukul 10.30 ini sempat diskors menyikapi dinamika yang terjadi dan dilanjutkan kembali pada pukul 14.00.
Tanpa menunggu lama, saat memulai kembali RDP, Ketua DPRD Fenny Loy langsung melontarkan sebuah pertanyaan kepada pihak Pemda terkait pembayaran hutang beasiswa tersebut.
“Di siang hari ini, saya tidak memberi kewenangan kepada anggota DPRD lagi, tetapi saya langsung menanyakan kepada pemerintah daerah terkait dengan hibah yang digunakan kepada beasiswa,” ucap Fenny.
Iya menyinggung kejelasan penggunaan hibah sekitar Rp20 miliar di Dispora yang setidaknya bisa digunakan untuk melunasi tunggakan beasiswa tersebut.
“Apakah pemerintah daerah bisa membayar atau tidak?” tanya Fenny dengan tegas.
“Satu pertanyaan itu saja supaya adik-adik mahasiswa bisa pulang dengan tenang,” tambahnya.
Namun pertanyaan tersebut belum bisa menghasilkan solusi lewat jawaban-jawaban dari pihak Pemda.
Akhirnya Ia membuka kesempatan untuk para anggota DPRD menyampaikan pendapat.
Sehingga lewat berbagai pendapat dan usulan kritis dari para anggota DPRD, maka Kadispora akhirnya memberikan dua solusi yang disambut baik oleh forum.
Yakni, Kadispora akan bertemu bupati untuk berkomunikasi soal masalah pembayaran hingga bertemu langsung dengan pihak STIKES Pasapua di Ambon.
Solusi yang sepertinya ditunggu-tunggu tersebut disambut tepuk tangan para anggota DPRD hingga mahasiswa yang hadir.
Sekda, Jacob Ubyaan pun menyambut solusi tersebut dan memutuskan pihak Pemda untuk berangkat ke Ambon secepatnya untuk berkomunikasi langsung dengan pihak STIKES Pasapua.
Ketua DPRD juga meminta para anggotanya untuk turut mendampingi proses tersebut secara langsung.
Akhirnya kesimpulan dalam RDP bisa diambil dan dibacakan Ketua DPRD, yakni Kadispora berkordinasi dengan bupati terkait hibah di Dispora dan memerintahkan pemerintah daerah untuk menyelesaikan utang-utang beasiswa di STIKES Pasapua juga seluruh kampus lainnya yang bermasalah.
Kesimpulan ini juga akan menjadi rekomendasi DPRD ke pemerintah daerah.
“Demikian rapat kita di sore hari ini, sekian dan terimakasih, selamat sore, dan rapat saya tutup dengan resmi,” tutup Fenny yang kemudian mengetuk palu sidang sebanyak tiga kali disambut tepuk tangan meriah.





