GERMAS merupakan gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam berperilaku hidup sehat.
Dobo, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melaksanakan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017. Kegiatan ini merupakan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Kepulauan Aru.
Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muhamad Djumpa, dalam arahannya di halaman Kantor Bupati, Jumat (17/10/2025), mengatakan GERMAS merupakan gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam berperilaku hidup sehat.
“Melalui GERMAS, kita dibiasakan untuk beraktivitas fisik secara teratur, mengonsumsi buah dan sayur, serta melakukan deteksi dini kesehatan secara rutin,” ujar Djumpa.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit tidak menular yang kini banyak dialami masyarakat.
Stunting Masih Tinggi
Djumpa juga menyoroti masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Kepulauan Aru. Berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2025, angka stunting di daerah tersebut masih tinggi, mencapai 37,6 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024.
“Data ini menunjukkan bahwa kita harus bekerja keras memperbaiki pola makan dan pemenuhan gizi keluarga,” tegasnya.
Selain itu, Djumpa mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, kolesterol, asam urat, dan diabetes. Ia menilai ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan.
“Kalau kita sebagai ASN tidak peduli terhadap kesehatan diri, maka kita tidak memberi teladan yang baik. Ajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan, minimal satu sampai tiga kali dalam sebulan,” imbaunya.
Periksa Dini untuk Cegah Penyakit
Wabup juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini. Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak menyadari kondisi kesehatannya hingga penyakit menjadi parah.
“Pemeriksaan dini terhadap penyakit tidak menular harus dibudayakan, bukan hanya di kalangan ASN, tetapi juga masyarakat luas,” kata Djumpa.
Ia menambahkan, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk mengedukasi dan mensosialisasikan pola hidup sehat hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
“Sedikit demi sedikit, kita berharap pola hidup sehat ini bisa menjadi budaya masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru,” ujarnya.
Layanan Pemeriksaan Kesehatan
Sebagai bagian dari kegiatan GERMAS, dilakukan skrining penyakit tidak menular (PTM) bagi ASN, meliputi pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan tekanan darah. ASN yang ingin mengikuti pemeriksaan diminta membawa KTP sebagai syarat administrasi.
Kegiatan ini dilayani oleh tiga puskesmas, yakni Puskesmas Dobo, Puskesmas Siwalima, dan Puskesmas Patijalabin.
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru





