Desa Durjela Otw Tanam 2000 Pohon Kelapa, Kades: Banyak Manfaat dan Mendunia

“Program ini memang sangat bagus, sekalipun memang kami tidak pikirkan, tapi pemerintah daerah lewat Bupati Kepulauan Aru berpikir terkait dengan kehidupan jangka panjang,” ucap Kepala Desa Durjela, Markus Kobrua kepada suaradamai.com di Durjela, Sabtu (1/11/2025).


Dobo, suaradamai.com – Pemerintah Desa Durjela, Kecamatan Pulau-pulau Aru menyambut baik program pengembangan kelapa atau pohon emas yang digagas Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel.

“Program ini memang sangat bagus, sekalipun memang kami tidak pikirkan, tapi pemerintah daerah lewat Bupati Kepulauan Aru berpikir terkait dengan kehidupan jangka panjang,” ucap Kepala Desa Durjela, Markus Kobrua kepada suaradamai.com di Durjela, Sabtu (1/11/2025).

Ia menyambut baik program ini karena menurutnya, pohon kelapa punya banyak manfaat hingga mendunia.

Apalagi mayoritas masyarakat Durjela juga adalah petani kelapa.

“Sehingga kami sangat antusias sekali untuk menerima program itu,” ucap Kobrua.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat, pemerintah desa akan menggerakkan masyarakat, terutama petani kelapa untuk menanam 2.000 pohon emas itu.

“Dan untuk kami Pemerintah Desa Durjela itu target pohon kelapa yang akan ditanam berdasarkan APBDes perubahan itu sebanyak 2.000 pohon kelapa dengan dia punya nilai itu harga 1 pohon kelapa nilainya Rp.5.000,” ungkap Kobrua.

Sehingga total anggaran yang dikeluarkan senilai Rp.10.000.0000.

“Kami dari pemerintah desa mengumpulkan warga yang ada di desa untuk semua kita inventarisir sapa yang minat dan siapa yang tidak minat untuk penanaman pohon kelapa ini,” ucap Kobrua.

Sehingga nantinya yang berminat akan masuk dalam daftar penerima bibit pohon kelapa dan dibiayai pemerintah desa.

“Bibitnya ditanggung oleh warga masyarakat sendiri, mereka yang tanam sendiri, dan nanti pemerintah desa yang akan membayar,” terang Kobrua.

Untuk Desa Durjela sendiri, pengembangan kelapa dalam waktu dekat ini tidak membuka lahan baru, tetapi dalam bentuk peremajaan lahan.

“Jadi hanya ditanam pada dusun yang sudah ada pohon kelapa. Karena melihat perkembangan yang skarang itu, pohon kelapa sudah, istilahnya sudah tua yang ditanam oleh moyang-moyang. DA kami mengarahkan mereka untuk tidak membuka lahan baru tetapi ada pada proses peremajaan pohon kelapa,” jelas Kobrua.

Ia mengatakan, pengembangan kelapa ini menjanjikan, sebab sangat bermanfaat dari berbagai sisi.

Apalagi saat ini kata Kobrua, kelapa bukan lagi sebagai kebutuhan lokal saja, tetapi kebutuhan yang lagi dibutuhkan dunia.

“Bisa diekspor sampai ke Eropa, Asia. Kami sangat mengharapkan bagi kami semua di Desa Durjela, terlebih khusus masyarakat petani kelapa agar bisa giat untuk ada dalam program ini. Tujuannya atau hasilnya bukan dinikmati pemerintah desa, bukan dinikmati oleh bupati, tapi dinikmati oleh masyarakat itu sendiri,” ucap Kobrua membangkitkan semangat petani Durjela.

Ia berharap, program pengembangan kelapa ini mendatangkan hal-hal baik bagi masyarakat desa Durjela.

Sebagai informasi, Bupati Timotius Kaidel gencarkan terobosan di sektor darat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Jargaria melalui penanaman 10 juta pohon kelapa yang ditargetkan.

Selain memiliki prospek pasar yang baik di dunia, Bupati Kaidel melihat kelapa sebagai salah satu sumber daya berkelanjutan yang harus digalakan sebagai bekal bagi generasi Aru kedepan.

“Ini yang kedepan kita Kabupaten Kepulauan Aru melihat potensi itu. Kita mau kembangkan apa yang sudah pernah ada. Membangun dari sektor darat, tentang sistem ekonomi hijau, target kita kedepan, kita fokus untuk pembenahan perkebunan kelapa di Aru,” ujar Bupati Kaidel.

Sebab kelapa punya prospek yang sangat baik. Sebab, seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, seperti sabuk, tempurung, daging, hingga ampas daging yang kini juga dijadikan tepung.


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...