Pembahasan berlangsung alot karena menyangkut aspek mendasar yang berhubungan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat.
Bintuni, suaradamai.com – Hari kedua Pra Musyawarah Besar (Pra Mubes) I Suku Besar Moskona yang berlangsung pada Sabtu (25/4/2026), difokuskan pada pembahasan berbagai persoalan adat istiadat yang masih kuat melekat dalam kehidupan masyarakat adat Moskona.
Sejumlah isu penting menjadi perhatian dalam forum tersebut, di antaranya mas kawin, nilai kain Timor dalam adat, praktik obat racun atau suanggi, tanah adat, hingga utang piutang adat.
Pembahasan berlangsung alot karena menyangkut aspek mendasar yang berhubungan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat.

Ketua Panitia Pra Mubes I Suku Besar Moskona, Ayub Esnam, saat ditemui wartawan menegaskan bahwa bidang adat istiadat menjadi prioritas utama dalam forum tersebut.
Menurutnya, adat merupakan fondasi utama dalam kehidupan masyarakat Moskona yang harus dibahas secara menyeluruh.
“Karena kami suku Moskona, adat istiadat sangat kuat. Maka bidang adat ini yang lebih banyak dibicarakan dan dibahas sampai tuntas,” ujarnya.
Ayub menjelaskan, seluruh hasil pembahasan dalam Pra Mubes ini akan dibawa ke Musyawarah Besar (Mubes) I Suku Besar Moskona untuk ditetapkan sebagai keputusan bersama.
Mubes tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni.
Ayub juga mengajak seluruh masyarakat Moskona, baik yang berada di Tanah Papua maupun di luar daerah, untuk hadir dan berpartisipasi dalam agenda besar tersebut.
“Kami berharap seluruh masyarakat Moskona, di mana pun berada, dapat hadir di Bintuni pada pelaksanaan Mubes nanti. Ini momentum penting untuk menyatukan pandangan dan memperkuat persatuan suku besar Moskona,” ajaknya.
Pra Mubes ini diikuti oleh berbagai unsur penting dalam struktur masyarakat adat Moskona, mulai dari kepala suku besar, Ketua LMA Moskona, anggota MRPB, DPR Papua Barat, DPRK Teluk Bintuni, hingga sembilan kepala distrik di wilayah Moskona.
Adapun distrik yang terlibat meliputi Distrik Merdey, Biscoop, Masyeta, Moskona Barat, Meyado, Moskona Selatan, Moskona Timur, Moskona Utara, dan Moskona Utara Jauh.

Ayub menilai, pelaksanaan Pra Mubes membawa dampak positif bagi masyarakat, karena menjadi ruang bersama untuk menyatukan persepsi, menyelesaikan berbagai persoalan adat, serta memperkuat nilai-nilai budaya warisan leluhur.
Seluruh hasil Pra Mubes ini nantinya juga akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni pada saat pelaksanaan Mubes Suku Moskona pada Mei mendatang.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni









