Sinergi antara Pemkab Teluk Bintuni dan Samsat diharapkan mampu mendongkrak pajak PKB dan pajak alat berat terhadap PAD Kabupaten Teluk Bintuni.
Bintuni, suaradamai.com — Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni bersama UPT Pendapatan Samsat Bintuni medorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan alat berat melalui program Samsat Keliling (Samling).
Samsat Keliling diyakini dapat memberikan pelayanan dengan cepat dan responsif bagi masyarakat wajib Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, di Aula Pertemuan Dinas Kominfoperstatik, SP5, Teluk Bintuni, Kamis (4/6/2026).
Turut hadir Plt. Sekda, Kepala BPKAD, Plt. Kepala Bapenda, Plt. Kepala Bappelitbangda, dan Staf Khusus Bupati. Sementara dari unsur perwakilan provinsi hadir Kepala UPT Pendapatan Samsat Teluk Bintuni Yohanis Momot.
“Kami bersepakat bahwa ini bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi wajib pajak, melalui kolaborasi kegiatan Samsat Keliling (Samling). Dengan Samling, sesuai jadwal dan waktu yang ditetapkan, kiranya pelayanan jadi lebih cepat, mudah, dan menjangkau wajib pajak sampai ke lokasi mereka beraktivitas,” ungkap Kepala UPT Pendapatan Samsat Teluk Bintuni Yohanis Momot, Kamis (4/6/2026).
Menurut Momot, potensi pajak kendaraan bermotor dan pajak dari penggunaan alat berat di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni masih sangat besar untuk ditingkatkan.
“Potensi PKB dan pajak alat berat di Teluk Bintuni sangat potensial untuk ditingkatkan lagi, terutama kendaraan-kendaraan dari luar daerah Bintuni,” ujar Momot.
Pemkab Teluk Bintuni bersama UPT Samsat Bintuni berkomitmen menindaklanjuti hasil rapat ini dengan terjun langsung ke lapangan, guna melaksanakan pendataan ulang kendaraan dan alat berat, serta sosialisasi kewajiban PKB kepada perusahaan tambang, konstruksi, dan masyarakat.
Sinergi ini diharapkan mampu mendongkrak kontribusi sektor PKB dan pajak alat berat terhadap PAD Kabupaten Teluk Bintuni.
Editor: Labes Remetwa
