BKSDA Maluku Terima Satwa Edemik dari PPS Tasikoki Sulut

Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki Sulawesi Utara sementara melakukan persiapan untuk pengembalian satwa liar hasil sitaan dari Filipina.

Ambon, suaradamai.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku menerima dua puluh ekor satwa liar dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki Sulawesi Utara di Pelabuhan Slamet Riyadi, Ambon, Rabu (4/12/19).

Sebagian satwa yang diterima BKSDA Maluku ini merupakan satwa endemik, diantaranya sepuluh ekor burung Kakatua Seram (Cacatua moluccensis), enam ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana), dan empat ekor Kera Yaki (Macaca nigra).

Adapun asal usul burung-burung tersebut merupakan satwa hasil sitaan, temuan dan penyerahan masyarakat ke BKSDA Sulawesi Utara (Sulut). Sejak itu, satwa dititipkan untuk menjalani proses rehabilitasi PPS Tasikoki selama kurang lebih 3-4 tahun.

Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) sementara waktu diistirahatkan di kandang Transit Passo. Selanjutnya Kakatua Seram akan direhabilitasi di PPS Seram, sedangkan Kakatua Tanimbar akan dilepasliarkan di habitat aslinya di Kepulauan Tanimbar.

Sementara itu, Kera Yaki yang merupakan satwa endemik Maluku Utara langsung dibawa ke Resort Bacan untuk proses habituasi persiapan pelepesliaran. Proses itu akan dilakukan di Kawasan Konservasi Cagar Alam (CA) Gunung Sibela, Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Sebelumnya, pada 30 November lalu, bertempat di Pelabuhan Laut Bastiong, Kota Ternate, PPS Tasikoki juga menyerahkan satwa liar ke Balai Taman Nasional (BTN) Aketajawe Lolobata sebanyak 23 ekor burung endemik Maluku Utara, terdiri dari empat ekor Kakatua Putih (Cacatua alba), enam ekor Nuri Kalung Ungu (Eos squamata) dan 13 ekor Kasturi Ternate (Eclectus roratus).

Rencananya pada akhir tahun ini PPS Tasikoki akan menerima pengembalian satwa liar hasil sitaan (repatriasi) yang berhasil diamankan di Dafau Filipina. PPS Tasikoki sementara mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menampung satwa-satwa tersebut. (CS/labesremetwa)

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...