Lewat Program Pengabdian, Polikant Berikan Pemahaman Pariwisata kepada Masyarakat Rat

Menurut Rahmat, hutan mangrove di Ohoi Rat sangat potensial untuk dikembangkan jadi objek wisata.


Langgur, suaradamai.com – Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Politeknik Perikanan Negeri Tual memberikan pemahaman seputar pariwisata kepada masyarakat Ohoi (Desa) Rat, Kecamatan Kei Kecil Timur.

Desa Rat, menurut Dosen Polikant Rahmat Abdollah, merupakan desa kecil yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata. Desa ini memiliki hutan mangrove yang luasnya lebih besar dari luas desanya.

“Dengan memiliki hutan mangrove yang besar, daya dukungnya tinggi sehingga bisa menampung wisatawan lebih banyak. Serta lokasi yang strategis berada di pinggir jalan dan berhadapan langsung dengan Pulau Kei Besar,” kata Rahmat memaparkan potensi hutan mangrove Rat kepada reporter suaradamai.com melalui telepon, Rabu (2/12/2020).

Selain memiliki potensi mangrove yang besar, rata-rata penduduk Ohoi Rat yang berjumlah 249 jiwa itu berpendidikan SMA dan berprofesi sebagai petani dan nelayan. Mereka, kata Rahmat, memiliki keterbatasan wawasan tentang pariwisata dan juga bukan pekerja produktif (bekerja untuk makan sehari-hari).

Atas dasar itulah, “saya tertarik turun ke sana untuk memberikan pemahaman bagaimana konsep dan strategi memaksimalkan potensi yang mereka miliki,” jelas Rahmat.

Di Rat, Rahmat menjalankan program pengabdian kepada masyarakat selama 3 hari. Hari pertama Rahmat memberikan pemahaman secara teori, selanjutnya dia mengajak masyarakat untuk melakukan observasi dan menganalisis kesesuian di lapangan. Dari situ kemudian, mereka sama-sama menetapkan titik-titik mana yang sesuai untuk membangun sarana pra sarana pendukung pariwisata.

Rahmat menambahkan, konsep pengembangan yang dia tawarkan adalah ecotourism atau eko wisata atau pariwisata berbasis lingkungan.

Sebagai langkah awal, Rahmat mengusulkan kepada pemerintah Ohoi Rat untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Masyarakat sangat tertarik untuk membangun wisata namun terkendala dengan anggaran. Mereka putuskan untuk membangun secara bertahap. Mereka juga meminta kami untuk membuat masterplan pengembangan wisatanya,” papar Rahmat.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...