ASA-Jar Demo Soal Beasiswa, M Djumpa: Harus Bersabar, Beri Kesempatan Pemda Selesaikan!

“Tidak mungkin kita abaikan ade-ade, tapi tolong bersabar,” pinta Djumpa.


Dobo, suaradamai.com – Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muhammad Djumpa menerima seruan aksi sekelompok mahasiswa dan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masa Depan Jargaria (ASA-Jar) di depan Kantor Bupati, Selasa (9/9/25).

Mereka datang dengan seruan “Kami bukan anak tiri di Tanah Aru”.

Adapun tuntutan mereka adalah meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk segera melunasi hutang beasiswa yang berdampak pada penyelesaian studi mahasiswa Aru di sejumlah perguruan tinggi.

Lantaran para mahasiswa tersebut adalah harapan untuk masa depan Kepulauan Aru.

“Jadi katong (kita) mau bertanya, siapa yang mau bertanggung jawab atas semua persoalan beasiswa ini? Siapa yang mau bayar?” tanya salah satu demonstran yang menyampaikan aspirasi.

Sebagian massa juga menyerukan “Katong (kami) bukan anak tiri di sini.”

Meresponi tuntunan aksi massa, Wakil Bupati Muhammad Djumpa mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak mungkin meninggalkan putra-putri terbaik Aru untuk berjuang sendiri.

Hanya saja Kepulauan Aru juga sementara menghadapi persoalan keuangan akibat efesiensi anggaran.

Sehingga kata Djumpa, ada sejumlah mekanisme yang harus dihadapi pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan beasiswa tersebut.

Meski demikian, pemerintah daerah tidak tinggal diam, sebab sudah dibentuk tim sendiri untuk menyelesaikan persoalan ini. Sehingga ia meminta untuk bersabar menanti semua proses berjalan.

“Dan mereka sementara berproses dengan pihak kampus,” terangnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa di dalam APBD itu, semua pos anggaran sudah diperuntukkan ke rekening masing-masing. Sementara hibah juga lagi dipending.

“Hibah untuk mahasiswa itu ada di kode rekening sendiri, yaitu di hibah. Jadi tidak punya kaitan dengan masalah seperti infrastruktur misalnya,” jelas Djumpa [mengarah kepada pertanyaan kenapa bisa bangun jalan raya tapi bayar beasiswa tidak bisa].

Sehingga akan diproses nantinya di APBD perubahan yang sementara masih digodok.

Ia kembali menekankan bahwa, pemerintah daerah tidak mungkin mengabaikan persoalan ini, lantaran para mahasiswa adalah orang-orang yang akan memimpin Aru ke depan.

“Tidak mungkin kita abaikan ade-ade, tapi tolong bersabar,” pinta Djumpa.

Ia mengatakan, setelah ini pihaknya akan berkordinasi dengan DPRD tentang hibah tersebut, sehingga diputuskan berapa yang harus dibayar terlebih dulu kepada kampus-kampus tersebut.

“Harus bersabar. Berikan kesempatan untuk pemerintah daerah ini dulu. Kami tahu pendidikan itu aset untuk daerah ini. Tapi kita juga sementara menghadapi efesiensi anggaran. Kami juga terus berkomunikasi dengan pihak kampus untuk menjelaskan keadaan Aru sebenarnya. Nanti kita menunggu APBD perubahan ini, kira-kira berapa yang harus kita bayar. Namun jika mereka mengambil kebijakan memulangkan para mahasiswa itu di luar kewenangan kita,” jelasnya.

Namun kata Djumpa, pemerintah daerah sementara berproses untuk penyelesaian persoalan ini, sehingga ia meminta bersabar dan berikan kesempatan untuk pemerintah daerah berproses.

Sebagai informasi, aksi ini berjalan damai. Wakil Bupati Muhammad Djumpa didampingi Ketua DPRD, Fenny Silvana Loy, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Aru menerima aksi ini.

Meski hujan, wakil bupati, ketua DPRD, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD tetap mendengar aspirasi massa.

Catatan redaksi:

Demonstrasi merupakan hak setiap warga negara di negara demokrasi. Namun alangkah eloknya jika dilakukan dengan damai dan tertib, tanpa merusak fasilitas umum, apalagi menjarah.


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...