Bangga, Barce Layaba dan Marlina Raih Emas Asian Para Table Tennis Championships 2025

Sementara Barce Layaba, pria asal Kepulauan Aru, Maluku yang lahir dengan disabilitas bawaan, telah menjadi inspirasi bagi generasi muda melalui dedikasinya yang tak kenal lelah.


Beijing, suaradamai.com – Dalam ajang bergengsi Asian Para Table Tennis Championships 2025 yang digelar di Beijing, China, pasangan atlet Indonesia Barce Layaba dan Leli Marlina berhasil mencetak sejarah dengan meraih medali emas di nomor ganda campuran kelas XD10.

Prestasi ini semakin istimewa karena keduanya tampil sebagai non-unggulan, mengalahkan lawan-lawan tangguh sepanjang turnamen dan membuktikan bahwa semangat pantang menyerah adalah kunci utama menuju puncak.

Asian Para Table Tennis Championships 2025, yang diselenggarakan oleh Asian Paralympic Table Tennis Union (APTTU) di bawah naungan International Paralympic Committee (IPC), menjadi panggung bagi para atlet difabel Asia untuk bersaing di level tertinggi.

Pertandingan berlangsung sengit dari tanggal 14 hingga 18 Oktober 2025 di Beijing University of Technology Gymnasium, dengan partisipasi lebih dari 200 atlet dari 20 negara.

China sebagai tuan rumah mendominasi banyak nomor, tetapi kejutan dari Indonesia ini menjadi sorotan utama di hari penutupan.

Barce Layaba, atlet putra kelas 10 yang dikenal dengan permainan defensifnya yang solid, berpasangan dengan Leli Marlina, wakil putri kelas 5 yang baru saja menunjukkan performa cemerlang di Kejuaraan Dunia Para Table Tennis 2025.

Meski tidak termasuk dalam daftar unggulan, pasangan ini memulai perjalanan mereka dengan kemenangan telak di babak penyisihan grup melawan wakil Jepang, diikuti dengan comeback dramatis di perempat final saat mereka membalikkan keadaan dari skor 0-2p menjadi 3-2 atas pasangan Korea Selatan.

Di semifinal, mereka mengalahkan tim tuan rumah China dengan skor 3-1, sebelum akhirnya menyabet emas di final dengan mengalahkan pasangan India 3-0.

“Kami tidak menyangka bisa sejauh ini, tapi latihan keras dan dukungan tim membuat kami percaya diri,” ujar Leli Marlina usai pertandingan, seperti dikutip dari konferensi pers NPC Indonesia.

Prestasi ini bukan hanya tambahan medali bagi Indonesia, tetapi juga bukti keberhasilan program pembinaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di cabang para tenis meja.

Sebelumnya, Leli Marlina telah menorehkan kemenangan gemilang di Kejuaraan Dunia 2025 dengan mengalahkan atlet peringkat 8 dunia, Kang Oejeong dari Korea Selatan, di nomor tunggal putri kelas 5.

Sementara Barce Layaba, pria asal Kepulauan Aru, Maluku yang lahir dengan disabilitas bawaan, telah menjadi inspirasi bagi generasi muda melalui dedikasinya yang tak kenal lelah.

Medali emas XD10 ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru di Asia Tenggara untuk cabang olahraga ini, mengingat sebelumnya kita lebih sering meraih perak atau perunggu.

Pelatih tim Indonesia, Andi Wijaya, memuji sinergi pasangan ini.

“Barce dengan pertahanannya yang seperti tembok besi melengkapi serangan cepat Leli. Mereka adalah contoh bagaimana atlet non-unggulan bisa menjadi unggulan hati penonton,” katanya.

Keberhasilan ini juga mendapat sambutan hangat dari Menteri Pemuda dan Olahraga, yang melalui akun resminya menyatakan,

“Selamat untuk Barce dan Leli!


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...